Mitra MBG Resah, Minta BGN Segera Buka Operasional SPPG yang Masih Moratorium
"Itu bukanlah insentif sesungguhnya, tetapi negara mencicil kepada kami sebagai mitra atas investasi yang kami keluarkan," katanya. Meski saat ini tidak ada lagi insentif harian yang pasti seperti sebelumnya, pihaknya tidak mempersoalkan asalkan jumlahnya tetap Rp6 juta per hari.
"Silakan BGN dalam hal ini yang punya regulasi, yang punya diskresi, apapun namanya. Hadirkan penerima manfaat ke dapur itu supaya dapur-dapur itu memasak 3 ribu porsi per hari, supaya sesuai dengan insentif Rp2 ribu per porsi. Jadi kami tetap digeneralisir kembali ke (insentif) Rp6 juta per hari," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum PMJB, Ade Bambang, meminta BGN melibatkan mitra dalam menentukan jumlah penerima manfaat bagi setiap SPPG. "Kami ingin dilibatkan, jangan sampai BGN menentukan sendiri," katanya.
Menurutnya, kolaborasi ini pun penting agar tidak ada dapur yang merasa terdiskriminasikan. "Jangan sampai ada yang menilai diskriminasi. Jangan ada dapur yang jumlah penerima manfaatnya berbeda-beda," kata dia.
Maka dari itu, dia meminta BGN berkomunikasi terlebih dahulu dengan para mitra sebelum menentukan jumlah penerima manfaat bagi setiap SPPG. "Ajak bicara dulu kami, jangan langsung menentukan sepihak," katanya. (*)
Editor: Abdul Basir