Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Komisi V DPRD Jabar Pastikan Venue Porprov XV 2026 Siap, Bidik Lahirkan Atlet Berprestasi
Advertisement . Scroll to see content

Terancam Alih Fungsi Lahan Jadi Vila, Hutan Megamendung Jadi Benteng Terakhir Ratusan Burung Migran

Senin, 19 Oktober 2026 | 21:50 WIB
  • author Aga Gustiana
Terancam Alih Fungsi Lahan Jadi Vila, Hutan Megamendung Jadi Benteng Terakhir Ratusan Burung Migran
Elang Jawa. (Foto: Ist)

Peserta yang hadir datang dari beragam latar belakang profesi, mulai dari peneliti, praktisi perbankan, jajaran birokrasi, tenaga pengajar, hingga komunitas pengamat burung. Kehadiran elemen yang beragam ini makin memperkuat jejaring komunikasi lintas sektor dalam mendukung pelestarian burung migran.

Istimewanya, momen ini juga ditandai dengan penandatanganan dua naskah kerja sama, yakni antara Yayasan Paseban dengan Burung Indonesia, serta Yayasan Paseban dengan Cikananga Wildlife Center. Kesepakatan tersebut menjadi pijakan awal dalam membangun kemitraan bertukar kepakaran, edukasi, riset, hingga perlindungan keanekaragaman hayati.

Pesan Menyentuh untuk Pelestarian Alam

Ketua Umum Yayasan Paseban, Wahdi Azmi, mengingatkan bahwa kehadiran para musafir udara ini merupakan pengingat nyata akan keterkaitan ekosistem antardaerah dan mancanegara.

“Melalui kegiatan ini, kita menyambut para musafir langit yang melintasi benua dan menembus cakrawala. Kita mengamati dan mencatat mereka, tetapi sadarlah, sesungguhnya mereka juga sedang mencatat apa yang telah kita perbuat terhadap alam kita. Lelah mereka terbang ribuan kilometer seolah sirna ketika habitat alami yang hijau masih menanti. Namun, bayangkan jika surga yang mereka tuju telah berubah menjadi tanah tandus, dilalap kerakusan manusia. Jangan sampai mereka masih memiliki sayap untuk terbang, tetapi tak lagi memiliki hutan untuk pulang,” ujar Wahdi.

Sementara itu, Pembina Yayasan Paseban, Andy Utama, menyambut hangat seluruh peserta dan berharap gelaran ini melahirkan luaran ilmiah serta publikasi yang bermanfaat. Andy menegaskan bahwa manusia pada hakekatnya hanyalah penumpang sementara di bumi, sehingga mengemban amanah moral untuk menjaga alam dan merawat keberlanjutan kawasan Megamendung.

Di sisi lain, Penasihat Yayasan Paseban, Wiratno, yang merupakan Direktur Jenderal KSDAE periode 2017–2022, menekankan posisi taktis kawasan ini. Keberadaan burung migran di Megamendung—sebagai bagian dari zona penyangga Cagar Biosfer Cibodas—membuktikan keterikatan kawasan ini dengan agenda perlindungan satwa migran tingkat dunia. Oleh karena itu, langkah proteksi dan pemulihan hutan di Megamendung, khususnya ekosistem pegunungan pada ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), bernilai strategis bagi keberlangsungan rantai migrasi dan kehidupan warga.

Dorong Aturan Hukum hingga Tingkat Desa

Menindaklanjuti temuan ilmiah di lapangan, Yayasan Paseban menginisiasi langkah konkret untuk memperkuat koridor hukum perlindungan satwa. Yayasan telah melayangkan surat resmi kepada Gubernur Jawa Barat guna mendorong penerbitan surat edaran terkait larangan perburuan burung dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Tak berhenti di tingkat provinsi, Yayasan Paseban turut mengawal lahirnya Peraturan Desa (Perdes) di tingkat tapak. Melalui payung hukum lokal ini, norma perlindungan tidak sebatas menjadi imbauan moral, melainkan memiliki kekuatan hukum mengikat yang melibatkan langsung aparatur desa dan warga setempat.

Langkah advokasi kebijakan ini melengkapi ikhtiar sains di lapangan. Sebab, jaminan keselamatan bagi burung migran hanya bisa terwujud apabila habitatnya terjaga, ancaman pemburu ditekan, dan ada komitmen bersama dalam merawat keanekaragaman hayati.

Melalui Megamendung Bird Migration Watch 2026, Yayasan Paseban bersama seluruh mitra berharap riset lapangan, ilmu pengetahuan, kemitraan konservasi, dan penguatan aturan dapat berjalan beriringan.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut