Sempat Defisit Hampir Rp100 Miliar, Manajemen Persib Beberkan Alasan Dahulukan Belanja Pemain
"Beli pemain, make sure pemain yang kita beli adalah pemain-pemain terbaik. Investasinya ke situ dulu karena uang kita terbatas," lanjutnya.
Lebih lanjut, Adhitia membeberkan fakta mengenai kondisi kas perusahaan saat ia pertama kali ditunjuk mengomandoi posisi Sporting Director pada tahun 2024 lalu.
"Ketika 2024, ketika saya diminta untuk memimpin sebagai Sporting Director, minus perusahaan saat itu minus hampir 100 miliar. Bayangin dengan minus 100 miliar mau bikin apa? Mau bayar pemain juga was-was. Mau uang dari mana?" ungkap Adhitia.
"Persib itu bukan klub kaya, Persib itu klub sehat. Kami itu berusaha menjadi klub sehat. Persib ingin menjadi klub sehat, sehingga kami berusaha mem-balance. Ketika kami ingin membangun infrastruktur, kita harus menyeimbangkan mana dulu prioritasnya, dan itu butuh uang dan butuh waktu," lanjutnya.
Meskipun secara akses manajemen memiliki opsi untuk meminta tambahan modal kepada pimpinan seperti Glenn Sugita, Persib berkomitmen untuk bertransformasi menjadi organisasi yang mandiri secara finansial.
"Bisa aja minta ke Pak Glen, tapi kita ingin menjadi klub yang sustainable. Makanya prioritas pertama di tahun pertama saya rapihin dulu keuangannya. Akhirnya fasilitas kita bertahap, gak langsung jedar-jedor,” imbuhnya.
Proses pengadaan infrastruktur membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Pada awal Agustus 2026, Adhitia sempat menyebutkan bahwa pembuatan satu lapangan latihan saja memerlukan anggaran sekitar Rp5 hingga Rp6 miliar, belum menghitung biaya pembebasan lahan serta sarana penunjang lainnya.
Walau bertahap, langkah nyata penataan fasilitas sejatinya terus berjalan. Sejak Mei 2026, Persib tak lagi berpindah-pindah lokasi latihan setelah mengamankan penggunaan Lapangan Pendamping. Selain itu, manajemen juga telah resmi memegang hak pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk jangka panjang selama 30 tahun.
Langkah efisiensi dan penataan ini menjadi pondasi penting bagi Pangeran Biru yang kini tengah menatap jadwal padat. Skuad asuhan Bojan Hodak bersiap melakoni rentetan laga krusial, dimulai dengan menjajal kekuatan Madura United pada 22 Oktober, berhadapan dengan Garudayaksa FC pada 26 Oktober, serta bertandang melawan Melbourne Victory di panggung AFC Champions League Two pada 28 Oktober.
Editor: Agung Bakti Sarasa