Ribuan Warga Bandung Siap Tumpah Ruah di Bale Rame, Kampanyekan Gerakan Bebas Keropos Tulang
Sebagai langkah konkret, Perwatusi merancang program edukasi terfragmentasi dari anak sekolah, remaja, ibu muda, hingga lansia. Khusus bagi kelompok senior, disiapkan opsi olahraga terukur seperti chair exercise (senam kursi). Tak hanya itu, Perwatusi konsisten menggelar senam digital yang kini menembus 925 episode dan diikuti partisipan lintas negara, termasuk Malaysia hingga Amerika Serikat, serta menargetkan pencetakan 500 instruktur anyar saban tahun.
Silent Disease yang Mengintai Kaum Hawa
Penjelasan teknis medis dipaparkan oleh Ketua DPC Perwatusi Cirebon, dr. Lusiana S. Yulianti, Sp.OT. Ia menyoroti pentingnya masyarakat membedakan antara osteopenia (penurunan kepadatan mineral awal) dan osteoporosis. Penyebabnya kompleks, mencakup defisensi gizi, kurang gerak, genetik, hingga efek konsumsi obat tertentu.
“Osteoporosis dikenal sebagai silent disease atau penyakit yang kerap tidak disadari karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Penderitanya mungkin baru mengetahui kondisi tersebut ketika mengalami patah tulang,” kata Lusiana.
Lusiana menggarisbawahi rentannya posisi perempuan pasca-menopause akibat merosotnya kadar hormon estrogen, sehingga penimbunan cadangan kalsium wajib dipupuk dari usia belia.
Dorongan dari Lingkungan Keluarga dan Nutrisi
Guna memasifkan gerakan ini, Ketua TP PKK Jawa Barat sekaligus Ketua DPD Perwatusi Jawa Barat, Samantha Dewi, mendorong pendekatan berbasis ketahanan keluarga untuk menanamkan kebiasaan makan bergizi dan aktif bergerak sejak dini.
Dukungan senada datang dari sektor swasta. Branch Group Manager Kalbe Nutritional, Dicky Sulaiman, menekankan komitmen industri dalam mengawal kesehatan tulang masyarakat sejak dini.
“Tulang itu bukan hanya urusan nanti kalau sudah sepuh. Jadi, harus dimulai, dibangun, dilindungi, dan diperkuat sejak hidup. Dan mulai dari usia muda. Di kami sebagai salah satu produsen untuk nutrisi untuk kesehatan tulang, kami mendukung sekali program yang dicanangkan organisasi Perwatusi,” ujar Dicky.
Melalui gelaran di Bale Rame ini, Perwatusi berharap kampanye ketahanan tulang dapat berintegrasi menjadi pola hidup harian masyarakat Indonesia.
Editor: Agung Bakti Sarasa