Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Dugaan Penganiayaan di Apartemen Lengkong Bandung, Korban Luka di Wajah
Advertisement . Scroll to see content

Dua Nyawa Melayang di Pasar Caringin, Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku

Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:26 WIB
  • author Susana
Dua Nyawa Melayang di Pasar Caringin, Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku
Korban tewas pengeroyokan di Pasar Caringin Bandung bertambah jadi dua. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Korban meninggal dunia akibat pengeroyokan di kawasan Pasar Caringin, Kota Bandung, Sabtu (24/10/2026), bertambah menjadi dua orang. Selain FR (22), korban berinisial T (38) yang sebelumnya dalam kondisi kritis akhirnya meninggal dunia akibat luka berat di kepala.

Peristiwa yang diduga berawal dari perselisihan itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, terutama orang tua FR yang kehilangan anak kedua mereka.

Ayah Korban: Saat Tiba, yang Tersisa Hanya Darah

Ayah FR, Nandang Juhari (46), menuturkan putranya sedang bekerja di kawasan pasar sebelum kejadian. Dari informasi yang ia terima, FR melihat seorang rekannya dibawa pergi oleh sekelompok orang. FR kemudian menyusul rombongan itu bersama beberapa temannya untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Nandang baru mengetahui ada keributan saat pulang kerja, setelah menerima pesan singkat. Ia pun segera bergegas ke lokasi.

“Saya mendapat kabar sepulang kerja, lalu bergegas ke Pasar Caringin karena ada pesan yang masuk menyebutkan ‘Pak, perang jadi’. Saat saya ke tempat kejadian perkara (TKP), anak saya sudah tidak ada, yang tersisa di sana hanya darah,” ungkap Nandang saat ditemui di rumah duka di kawasan Gang Porib V, Kota Bandung, Minggu (25/10/2026).

Menurut Nandang, kekerasan terjadi selepas magrib. FR mengalami luka tusuk senjata tajam di bagian dada. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bandung Kiwari, tetapi nyawanya tak tertolong. FR dinyatakan meninggal sekitar pukul 19.00 WIB akibat luka yang menembus jantung.

“Sejak kecil sampai besar dijaga, tetapi justru dibunuh orang. Sumpah demi Allah, saya tidak rida,” tutur Nandang.

Bukan Juru Parkir, Ini Pekerjaan FR

Di tengah duka, Nandang meluruskan kabar yang menyebut putranya bekerja sebagai juru parkir atau kuli angkut di Pasar Caringin.

Menurutnya, FR bertugas menyiapkan meja untuk para pedagang. Setiap pagi, ia memasang dan merangkai meja sebelum aktivitas jual beli dimulai, lalu membongkarnya kembali setelah pasar tutup.

Pamit Pergi Jauh Usai Antar Uang Susu

Ibunda FR, Sulastri (44), masih mengingat jelas pertemuan terakhir dengan putranya. Sekitar pukul 15.00 WIB, FR sempat pulang untuk memberikan uang kepada istrinya untuk membeli susu anak mereka. Setelah itu, ia berpamitan kembali ke pasar.

“Pada pukul 15.00 WIB, dia sempat pulang ke rumah untuk memberikan uang beli susu kepada istrinya. Saat ditanya mau ke mana lagi, dia menjawab mau kembali ke pasar. Sambil menitipkan anaknya, dia bahkan bilang bahwa ia mau pergi jauh,” ujar Sulastri.

FR meninggalkan seorang istri dan anak perempuan berusia 15 bulan. Di mata keluarga, ia dikenal sebagai sosok yang baik, patuh kepada orang tua, dan bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Keluarga Minta Pelaku Ditangkap, Tolak Balas Dendam

Sulastri berharap polisi segera menangkap para pelaku dan memprosesnya secara hukum. Namun, ia menegaskan tidak menginginkan aksi balasan yang bisa memperpanjang konflik.

“Kalau dilanjutkan ‘perang’ tidak mungkin. Saya khawatir nanti jatuh korban lagi,” ucapnya.

Keluarga berharap kematian FR dan T diselesaikan lewat jalur hukum tanpa memicu kekerasan susulan.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut