Imbas Bencana Angin Puting Beliung dan Longsor, 522 Rumah Warga di Padalarang Rusak
BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Kerusakan akibat bencana angin puting beliung yang melanda empat desa di Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, cukup masif.
Hasil inventarisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dampak bencana cuaca ekstrem pada Senin (26/10/2026) sore itu mengakibatkan total 522 rumah rusak.
Angin kencang disertai hujan deras serta tanah longsor yang terjadi dalam peristiwa tersebut berdampak luas di empat desa sekaligus. Adapun Desa Padalarang menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak bencana.
"Total ada 522 unit rumah mengalami kerusakan di berbagai tingkatan dan 517 Kepala Keluarga yang terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD KBB, Rega Wiguna, Selasa (27/10/2026).
Ia merinci, Desa Padalarang mencatat jumlah kerusakan tertinggi yakni 398 unit rumah, terdiri dari 139 rusak ringan, 161 rusak sedang dan 98 rusak berat. Bahkan ada satu warga di Desa Padalarang tersebut yang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Kemudian di Desa Jayamekar tercatat 95 unit rumah rusak (71 ringan, 24 berat), Desa Kertajaya 27 unit rumah rusak (9 ringan, 4 sedang, 14 berat), serta bencana tanah longsor di Desa Campakamekar menimpa 2 unit rumah milik 2 Kepala Keluarga.
Kerusakan juga menimpa sejumlah fasilitas umum di tiga desa. Terdiri dari 7 unit di Desa Padalarang, 2 unit di Desa Kertajaya. Sementara di Desa Jayamekar maupun Campakamekar tidak terdapat temuan kerusakan fasilitas umum.
"BPBD KBB bersama unsur TNI, Polri, Forkopimcam, dan aparat desa terus melakukan penanganan di lapangan. Pihak PLN juga telah turun menangani jaringan listrik yang terdampak," ucapnya.
Selain itu, lanjut Rega, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan darurat kepada warga terdampak. Sedangkan rencana perbaikan dan rehabilitasi rumah warga yang rusak selanjutnya ditangani oleh dinas teknis terkait berdasarkan tingkat kerusakan yang telah terdata.
"Atas kejadian ini kami mengimbau warga tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan," tuturnya. (*)
Editor: Rizki Maulana