Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Momentum Hari Santri: Sosok Santri Inilah yang Jadi Inisiator Lahirnya UU Pesantren
Advertisement . Scroll to see content

Kritik Perguruan Tinggi Islam, Cucun Sebut Dunia Barat Lebih Dulu Adopsi Teori Siklus Nabi Yusuf

Rabu, 04 November 2026 | 14:11 WIB
  • author Aga Gustiana
Kritik Perguruan Tinggi Islam, Cucun Sebut Dunia Barat Lebih Dulu Adopsi Teori Siklus Nabi Yusuf
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal saat menghadiri kegiatan Bedah Buku karyanya yang berjudul "Strategi Fiskal Nabi Yusuf" di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan pentingnya mengadopsi prinsip dan manajemen kebijakan publik yang antisipatif dalam mengelola keuangan negara. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Bedah Buku karyanya yang berjudul "Strategi Fiskal Nabi Yusuf" di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Selasa (3/11/2026).

Dalam sambutannya, Cucun mengungkapkan bahwa gagasan penulisan buku ini bermula dari perenungannya saat bangsa Indonesia menghadapi krisis pandemi Covid-19. Pengalaman mengawal kebijakan anggaran negara mengantarkannya pada ingatan mendalam atas kisah penetapan kebijakan dan pengelolaan fiskal masa lampau.

"Benang merah yang kita ambil dari buku ini adalah mengajak bagaimana prinsip-prinsip penting kebijakan publik harus bekerja sebelum krisis. Bukan baru bergerak setelah rakyat harus menanggung akibatnya. Inilah pelajaran abadi bagi negeri menghadapi krisis itu," ujar Cucun.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tata kelola keuangan negara di masa krisis pada hakikatnya merefleksikan model kebijakan publik yang pernah diimplementasikan oleh Nabi Yusuf AS.

"Saya lihat ketika bagaimana ada satu permasalahan bangsa yang harus diselesaikan ketika krisis pandemi Covid itu, saya berpikir dulu saya pernah ngaji keperasaan yang hebat menata keuangan negara itu dari takwil itu adalah itu merupakan kebijakan publik. Yang diimplementasikan oleh Nabi Yusuf menjadi pola tata cara mengatur keuangan publik. Akhirnya saya tulis," ungkapnya.

Lebih lanjut, Cucun menyoroti pentingnya akademisi dan perguruan tinggi Islam khususnya UIN untuk lebih mendalami kisah-kisah kenabian dari sudut pandang ilmu manajemen dan kebijakan publik modern. Ia menyayangkan bahwa konsep riset berbasis kisah risalah ini justru telah dipelajari dan diadopsi lebih dulu di dunia barat.

"Buku ini mengajak bagaimana kisah Nabi Yusuf melalui perspektif manajemen kebijakan publik. Yang anomalinya, di kita ini terutama di UIN, nggak pernah terpikirkan, padahal di dunia barat sana, sudah mulai ada konsep The Joseph Cycle, Siklus Nabi Yusuf. Dan ini dipakai oleh teori ekonomi barat," pukasnya.

Melalui buku "Strategi Fiskal Nabi Yusuf", Cucun berharap dunia akademis dan para pemangku kebijakan publik dapat terus menggali inspirasi nilai-nilai keislaman serta mengintegrasikannya ke dalam formulasi kebijakan ekonomi strategis bangsa demi kesejahteraan rakyat.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut