Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Kemkomdigi di Istana Merdeka, AKKSI Jabar Ajak Kreator Konten Kawal Program Sekolah Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Resmi Begulir, 54 Peserta Berebut Gelar Duta Baca Jawa Barat 2026

Kamis, 05 November 2026 | 18:36 WIB
  • author Mulki Albar
Resmi Begulir, 54 Peserta Berebut Gelar Duta Baca Jawa Barat 2026
Duta Baca Jawa Barat 2026. (Foto: Mulki Albar)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Pemilihan Duta Baca Jawa Barat 2026 di Savoy Homann, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang dibuka Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, ini diikuti 54 peserta yang merupakan perwakilan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Mengusung tema “Duta Baca Jawa Barat Mendukung Terwujudnya Jawa Barat Istimewa: Inovatif, Sehat, Tanggap, Iman, Mandiri, Edukatif, Wibawa, Amanah”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong budaya literasi dan meningkatkan minat baca masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, Kusmana Hartadji, menjelaskan bahwa pemilihan Duta Baca 2026 telah melalui sejumlah tahapan, termasuk karantina selama tiga hari tiga malam.

Dari total 54 peserta, dewan juri kemudian menetapkan tiga peserta terbaik putra dan tiga peserta terbaik putri pada babak final. Proses penilaian dilakukan secara objektif untuk menentukan figur yang dinilai mampu menjalankan peran sebagai Duta Baca Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial untuk memilih dan menobatkan Duta Baca. Para peserta yang terpilih diharapkan mampu mengimplementasikan perannya secara langsung di tengah masyarakat.

“Bukan hanya sekadar seremonial saja, bukan hanya memilih siapa yang dinobatkan sebagai Duta Baca Jawa Barat, tetapi mereka harus bagaimana mengimplementasikan kepada masyarakat agar minat baca di masyarakat ini semakin meningkat,” ujar Erwan.

Ia juga berpesan agar para Duta Baca terus menjaga semangat dalam mengampanyekan pentingnya membaca, khususnya kepada generasi muda. Menurutnya, berbagai manfaat membaca perlu disampaikan secara luas agar budaya literasi semakin berkembang di Jawa Barat.

Dispusipda Soroti Perkembangan Literasi Jawa Barat

Dalam kesempatan yang sama, Kusmana menyampaikan bahwa tingkat kegemaran membaca dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Barat pada akhir 2025 mengalami penurunan. Meski demikian, ia optimistis capaian tersebut dapat meningkat pada 2026 melalui keterlibatan berbagai pihak.

Menurutnya, pengembangan literasi membutuhkan kolaborasi akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media atau ABCGM. Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan menulis, literasi teknologi, hingga literasi keuangan.

Kusmana juga menyoroti tantangan penggunaan media sosial yang dapat mengganggu konsentrasi masyarakat, terutama generasi muda. Di tengah maraknya informasi yang belum tentu benar, kemampuan memahami dan memilah informasi menjadi bagian penting dari budaya literasi.

Meski demikian, ia menyebut kunjungan ke perpustakaan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunjukkan antusiasme masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah kunjungan mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 orang per minggu, termasuk pelajar tingkat SD dan SMP.

Safari Literasi Disiapkan pada 2027

Sebagai tindak lanjut pengembangan literasi, Dispusipda Jawa Barat menyiapkan sejumlah program pada 2027. Salah satunya melalui Safari Literasi ke berbagai kabupaten/kota dengan melibatkan Duta Baca daerah, komunitas, serta Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Selain itu, Dispusipda juga akan menggelar Festival Literasi dan memperkuat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Melalui program tersebut, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang berkumpul, belajar, dan beraktivitas bagi masyarakat.

Kusmana menambahkan, peningkatan fasilitas, kemudahan akses teknologi, serta ketersediaan koleksi buku masih menjadi sejumlah hal yang perlu dibenahi. Ia mengakui pengadaan buku baru masih menghadapi keterbatasan anggaran dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui Pemilihan Duta Baca Jawa Barat 2026, pemerintah daerah berharap para peserta terpilih dapat menjadi penggerak literasi sekaligus mendorong semakin luasnya budaya membaca di masyarakat.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut