Polemik PSSI Papua Tengah, Henes Sondegau Akhirnya Terima Pengurus Baru
Dia menegaskan bahwa setiap kongres harus berjalan sesuai aturan dan tahapan yang jelas, termasuk peran komite pemilihan dan komite banding. “Kesalahan yang dilakukan kemarin tidak boleh lagi terjadi. Dalam kongres harus ada aturan dan tahapan yang jelas,” ujar Henes.
Meski demikian, Henes menyatakan menerima hasil tersebut. “Dalam pemilihan memang ada pro dan kontra, ada perbedaan pendapat. Namun setelah itu kita harus bersatu demi sepak bola Papua Tengah yang lebih maju,” tuturnya.
Henes mengajak semua pihak melihat sepak bola sebagai pemersatu. “Sepak bola memiliki kekuatan unik untuk menyatukan berbagai perbedaan—baik itu latar belakang suku, agama, ras, status sosial, hingga pilihan politik,” kata Henes.
Henes mengucapkan selamat kepada pengurus yang kini memimpin PSSI Papua Tengah. Dia berharap mereka bekerja lebih baik dan meminta pengurus melanjutkan program pelatihan perwasitan dan pelatih profesional, kompetisi Liga 4, dan mewujudkan stadion layak.
Henes menegaskan, kewajiban itu kini ada pada PSSI dan pemerintah. “Tanpa dana dan hadirnya pemerintah saja kita sudah kerja mandiri. Dengan sudah adanya PSSI dan pemerintah, harus dan wajib lebih baik daripada kemarin dan sekarang,” tegas Henes.
Henes menekankan pentingnya bukti kerja nyata dari semua pihak yang berbicara tentang sepak bola. “Bicara sepak bola itu siapa saja bisa bicara, tapi dibuktikan tindakan, dibuktikan hasil,” ucapnya.
Editor: Abdul Basir