Geliat Seni Rupa di Cianjur, Metty Triantika Apresiasi Pameran Tunggal Seniman Widhi NRS
Identitas Kebudayaan Cianjur
Dalam pidatonya, Ismet mengingatkan pentingnya apresiasi seni untuk menumbuhkan kepekaan masyarakat terhadap nilai estetis di sekitarnya. Menurut Ismet, kepekaan tersebut diperlukan agar pembangunan tetap memiliki hubungan dengan cita rasa dan identitas kebudayaan Cianjur. “Orang Cianjur juga sejatinya memiliki tradisi estetis yang luhur, khususnya digambarkan lewat pilar budaya kita,” ujar Ismet.
Tokoh lainnya, Wina Resky Agustina, dosen Transformasi Budaya Sunda Universitas Suryakancana Cianjur sekaligus Ketua Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia, dan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cianjur Saep Lukman. Kegiatan tersebut juga dihadiri para guru seni dan seni rupa, mahasiswa, tokoh kebudayaan, serta perupa Cianjur.
Pameran “Fragmensia #1: Lika-Liku Laku” berlangsung hingga Desember 2026. Rangkaian kegiatan meliputi klinik pendampingan, bincang seniman, dan lokakarya pewarnaan. Serta pelukisan di atas keramik hasil kolaborasi Widhi dengan Pancaniti Keramik.
Editor: Abdul Basir