Pernah Coba Memek? Kuliner Khas Aceh yang Lembut dan Manis

Wiwie Heriyani
Memek, kuliner khas Simeulue Aceh (Foto: Windy Phagta/Okezone)

“Jadi inilah satu gelas memek ya. Sebenarnya memek itu yang di atasnya ini nih. Beras ketan yang digonseng, itu sebutannya memek, dan berasal dari kata mamamek atau kalau kita makan itu lebih ‘mengunyah’,” ujar pria tersebut.

Ya, memek pada dasarnya terbuat dari campuran beras ketan dan pisang. Kedua bahan utama tersebut dicampur dengan santan yang sudah dipanaskan, gula dan garam.

Proses pembuatannya butuh waktu sekitar satu jam. Setelah matang, memek dapat disantap langsung atau saat sudah dingin.

Saat disantap, rasa pisang dan beras gongseng lebih dominan. Butiran beras ketan yang agak kasar dipadu lembutnya pisang, menciptakan sensasi tersendiri saat mencicipi kuliner satu ini.

Nama memek berasal dari 'mamemek' yang berarti mengunyah-ngunyah atau menggigit. Namun saat ini masyarakat di Simeulue lebih populer menyebutnya sebagai memek.

Editor : Zhafran Pramoedya

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network