Semangat Berbagi di Kota Bandung, Ratusan Difabel Dapat Pengobatan dan Makan Bergizi Gratis

Agus Warsudi
Para penyandang disabilitas dan orang tuanya semringah mendapatkan bantuan pengobatan, makan bergizi gratis, dan seragam sekolah. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Semangat berbagi kepada sesama, terutama para penyandang different ability (difabel) tak pernah pudar di Kota Bandung. Seperti yang dilakukan dua warga Kota Bandung, dr Andrian Suhendra dan Adam yang menggelar kegiatan sosial di Rumah Bhineka, Jalan Hercules, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Kamis (27/2/2025).

Di tempat ini, ratusan difabel dan keluarganya berkumpul. Mereka mendapatkan pengobatan dan makan bergizi gratis. Bahkan difabel yang masih sekolah mendapatkan seragam sekolah gratis.

Adam, penggagas kegiatan sosial untuk penyandang disabilitas mengatakan, latar belakang melaksanakan kegiatan sosial, keprihatinan. Selama ini para difabel kurang mendapatkan perhatian. 

Bahkan perlakukan terhadap para penyandang disabilitas pun kurang adil. Misalnya, saat hendak berobat di puskesmas atau rumah sakit, mengurus surat izin mengemudi (SIM), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mereka kerap dipandang sebelah mata.

"Ini bentuk simpati dan emapti kepada para difabel yang menjalani kehidupan sehari-hari," kata Adam.


Adam dan Restu, penggagas dan koordinator kegiatan sosial untuk penyandang disabilitas yang berlangsung di Rumah Bhineka, Jalan Herkules. (FOTO: AGUS WARSUDI)

Adam menyatakan, seorang pegawai yang bekerja di tempat usahanya merupakan penyandang disabilitas. Karena itu, dia banyak tahu tentang persoalan yang dihadapi para difabel.

Kegiatan bakti sosial dan makan gizi gratis ini, ujar Adam, telah dilaksanakan sejak 2018. Saat pandemi Covid-19, bakti sosial sempat terhenti. Bakti sosial kembali dilaksanakan sejak November 2024. 

Selain kegiatan itu, Adam pun sering melaksanakan Jumat berkah. "Kebetulan saya merasa dekat dengan difabel. Ada staf saya yang seperti itu (penyandang disabilitas)," ujarnya.

Adam berharap pelayanan publik terhadap para penyandang disabilitas tidak berbeda dengan warga lainnya. Sebab, para penyandang disabilitas pun memiliki hak sama untuk mendapatkan pelayanan.

Koordinator kegiatan sosial Restu mengatakan, sebanyak 130 siswa disabilitas dan orang tunya mendapatkan layanan pengobatan, makan bergizi gratis, dan peralatan sekolah. Mereka dari Kota Cimahi, Kota/Kabupaten Bandung.

"Bantuan yang diberikan, pengobatan, makan bergizi gratis, seragam sekolah dan alat tulis. Kegiatan ini, bertujuan untuk meringankan beban orang tua siswa penyandang disabilitas tersebut," kata Restu.

Nuralisa, orang tua siswa disabilitas mengatakan, sangat terbantu oleh kegiatan sosial pengobatan, makan bergizi gratis, seragam sekolah dan alat tulis. 

"Yang sekarang masih jarang ditemui adalah bantuan untuk terapi disabilitas. Saya harap terapi gratis ini bisa lebih banyak dilaksanakan," kata Nuralisa.
 

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network