Wiwin mengatakan nasi boks itu rencananya ingin di makan di area parkiran bersama kades-kades lainnya. Ketika itu, muncul pembicaraan mengenai 'jomet' bersama rekan kades lainnya.
"Berhubung banyak juga itu nasinya. Makannya enggak di dalam. Kita bawa kita tenteng. Ya sudah kita makan di parkiran untuk supir juga. Memang pas bareng-bareng sama teman-teman Kades. Di situ pun ada pembicaraan yang berbicara ada yang bilang jomet. Terus saya ikut-ikutan," kata sja.
Wiwin kemudian menjelaskan istilah jomet merujuk istilah di Bogor yang berarti nasi berkat. Ia merekam hal tersebut hanya untuk seru-seruan.
Dedi kemudian menilai gaya Wiwin yang 'merdeka' dalam bersikap seperti saat ini lantaran faktor masih single. Wiwin kemudian enggan memikirkan hal tersebut. Ia menegaskan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat di desa yang dipimpinnya.
"Saya utamakan masyarakat. Karena bagaimanapun saya bisa dicintai masyarakat saya," kata Wiwin.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait