Dia pun mengapresiasi efektivitas himbauannya terkait perang terhadap premanisme dan larangan permintaan THR, yang turut menciptakan kekhusyukan selama perayaan Lebaran.
"Termasuk juga himbauan saya perang terhadap premanisme, larangan minta THR, itu melahirkan kekhusuan dalam persitiwa kegiatan 1 Syawal ini," ujarnya.
"Saya mendapat laporan dari mulai Desa, Kelurahan, Kabupaten/Kota di seluruh Provinsi Jawa Barat, mereka menyampaikan ‘Kami hari ini ga pusing lagi, ga banyak orang yang datang ke kantor minta THR, sudah relatif sangat sepi’," tambahnya.
Dedi Mulyadi berharap, kondisi kondusif dan peningkatan kesadaran masyarakat ini dapat terus terjaga, demi kemajuan dan kesejahteraan Jabar.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait