Banjir Kiriman Kepung Kampung Leuwi Bandung, Warga: Bosen, Tiap Hujan Besar Pasti Begini

Agi Ilman
Kampung Leuwi Bandung, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot. Foto: Agi.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Banjir kembali melumpuhkan kawasan Dayeuhkolot pada Kamis (4/12/2025) malam. Air tiba-tiba masuk ke rumah warga sekitar pukul 19.00, meski hujan di wilayah tersebut tidak terlalu deras. Di Kampung Leuwi Bandung, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot ketinggian air bahkan tembus 70–110 sentimeter.

“Jam 07.00 malam sudah mulai naik. Padahal kemarin hujannya kecil. Kayaknya kiriman dari atas,” ujar Robert Sirait (55), warga RT 07 RW 01 yang rumahnya ikut terendam.

Robert menyebut luapan berasal dari Sungai Cikapundung dan menggenangi permukiman hanya dalam waktu singkat.

“Di sini 70 cm. Kalau ke sana bisa 90 cm. Cepat banget naiknya,” katanya.

Kini air sudah mulai surut, namun rasa jenuh tak bisa ia sembunyikan.

“Bosen, lah. Tiap hujan besar pasti kayak gini,” ucapnya lirih.

Robert yang sudah tinggal di wilayah itu sejak 1998 mengatakan kondisi lingkungan kini semakin rentan banjir.

“Dulu mah enggak gini. Mungkin resapan airnya sudah enggak ada,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah kabupaten segera turun tangan.

“Semoga diperhatikan. Sudah perlu kolam retensi di sini. Bantuan juga belum ada yang datang,” kata Robert.

Sementara itu dari data BPBD Kabupaten Bandung melaporkan banjir di Desa Citeureup dipicu hujan deras di wilayah Dayeuhkolot dan menyebabkan Sungai Cikapundung, Cipalasari, Cigede, serta Citarum meluap ke permukiman.

Di Dayeuhkolot, hampir seluruh wilayah terendam air luapan Sungai Cikapundung, Cipalasari, Cigede, dan Citarum. Di kawasan Babakan Sangkuriang, Citeureup, Cilisung, dan Bojong Asih, ketinggian air mencapai 40 hingga 130 sentimeter.

Jalan Raya Dayeuhkolot lumpuh total tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sejumlah fasilitas umum, seperti masjid dan TPA, terendam hingga tidak dapat digunakan. BPBD mencatat sedikitnya 12 keluarga atau 28 jiwa telah dievakuasi dari lokasi terdampak berat.

Situasi tidak kalah parah terjadi di Desa Citeureup yang berada di hilir sistem sungai yang sama. Banjir merendam hampir seluruh RW dengan ketinggian 50 hingga 110 sentimeter.

Warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke posko sementara. Total 59 jiwa dari 21 kepala keluarga sudah ditempatkan di lokasi aman sambil menunggu air surut. BPBD menyebut kebutuhan mendesak di wilayah ini mencakup pompa air, perahu evakuasi, makanan siap saji, dan bantuan kesehatan.

Editor : Rizal Fadillah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network