Ia mencatat sekitar 160 KK terdampak, dengan wilayah RT 08 menjadi yang terparah. Hingga Jumat pagi, bantuan belum juga datang.
“Dari pemerintah desa dan pemerintah setempat belum ada bantuan,” ujarnya.
Ia menyebut BPBD hanya mengirimkan perahu karet pada malam kejadian untuk mengevakuasi warga rentan, termasuk seorang ibu yang baru melahirkan.
“Alhamdulillah ibu dan bayinya enggak apa-apa,” kata Lasulu.
Sebagai ketua RT, ia berharap pemerintah segera turun tangan.
“Harapan saya pastilah bantuan untuk warga, mulai dari makanan, pakaian, atau apa pun yang dibutuhkan selama banjir ini. Mudah-mudahan dari desa atau pemerintah setempat bisa secepatnya datang,” ujarnya.
Banjir di Cilampeni ini disebut sejumlah warga sebagai kejadian terburuk dan pertama kalinya air dari Citarum meluap hingga masuk ke rumah-rumah.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
