Isu Hibah Rp10 Triliun Meledak, OJK Tegaskan Golden Eagle Tak Legal

Susana
Aksi demonstrasi di depan BSI Syariah Tower. Foto: Ist.

BaraNusa Soroti Bahaya Hoaks dalam Aksi Massa

Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, menilai demonstrasi tersebut salah sasaran dan berisiko menimbulkan dampak serius apabila dibiarkan berlarut-larut.

“Jika demonstrasi digerakkan oleh hoaks dana hibah Rp10 triliun, itu bukan perjuangan rakyat. Itu justru bentuk manipulasi terhadap rakyat,” kata Adi Kurniawan.

Menurut Adi, posisi BSI justru sebagai pihak yang dirugikan karena namanya dicatut dalam klaim dana hibah fiktif tersebut.

Ia menegaskan bahwa tekanan publik seharusnya diarahkan kepada pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu, bukan kepada institusi keuangan yang telah memberikan bantahan resmi.

“Yang perlu didorong untuk bertanggung jawab adalah aktor penyebar hoaks dan pihak yang mengklaim dana hibah tanpa dasar hukum yang jelas, bukan bank yang sudah menyampaikan klarifikasi,” ujarnya.

Adi juga mengingatkan bahwa pola semacam ini kerap digunakan untuk menciptakan kegaduhan dan tekanan publik dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat.

“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut siapa pihak yang menggerakkan isu Rp10 triliun ini. Jangan sampai rakyat diadu dengan institusi negara,” tegasnya.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network