Almarhum kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Meski mendapat perawatan intensif, kondisi Kuncoro tidak membaik. Dugaan sementara menyebutkan penyebab kematiannya adalah serangan jantung.
Manajemen Arema FC mengonfirmasi kabar duka tersebut melalui akun resmi klub di X. Ungkapan belasungkawa dan doa mengalir dari keluarga besar Singo Edan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Keluarga besar Arema FC turut berduka atas berpulangnya Abah Kuncoro, asisten pelatih Arema FC. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdianmu bagi Arema dan sepak bola Indonesia. Al-Fatihah,” tulis klub.
Kepergian Kuncoro meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, manajemen, pemain, dan seluruh pecinta Arema. Stadion Gajayana, yang seharusnya menjadi saksi perayaan satu abad, kini menjadi tempat perpisahan terakhir bagi sang legenda.
Nama Kuncoro akan selalu dikenang sebagai simbol loyalitas, kesederhanaan, dan cinta tanpa syarat untuk Arema FC. Warisan dan pengabdiannya dipastikan akan tetap hidup di hati Aremania dan setiap sudut Stadion Gajayana.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
