Tambang galian C ini telah beroperasi sejak 2018 dan saat ini tengah dalam proses perpanjangan izin. Kurniawan juga menekankan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi prioritas utama perusahaan.
“Kami mengikuti aturan K3, mulai dari penggunaan alat pelindung diri hingga rambu-rambu keselamatan,” jelasnya.
Terkait video viral yang memperlihatkan jarak tambang dengan permukiman warga, Kurniawan menyebut bahwa visual kamera memberi kesan dekat, padahal jarak sebenarnya aman dan area tambang telah jelas dibatasi.
“Kalau dilihat langsung ke lapangan, jaraknya cukup jauh. Itu hanya terlihat dekat karena efek kamera,” ujar dia.
Perusahaan juga membantah adanya dampak langsung terhadap warga. Menurut Kurniawan, sejak awal beroperasi hingga saat ini, tidak pernah ada aksi penolakan atau demonstrasi dari masyarakat sekitar.
“Dari awal berdiri sampai sekarang tidak pernah ada demo dari warga,” tegasnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
