Senada, Ketua LPPM Unisba, Prof. Neni Sri Imaniyati, menyampaikan bahwa inovasi ini juga telah melibatkan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menteri melalui jajaran riset dan pengembangan juga sudah berkunjung dan melihat langsung proses pengolahan sampah yang dilakukan. Artinya, inovasi ini sudah ditinjau langsung oleh pemerintah,” katanya.
Prof. Harits menambahkan, program ini melibatkan empat pihak utama, yakni Unisba, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dikti, dan Pemerintah Kota Bandung.
“Pemprov berperan dalam regulasi lahan dan bangunan di bawah DLH Provinsi Jawa Barat. Setelah alat dipasang oleh Unisba, Pemkot berperan dalam proses pengamanan karena lokasinya berada di wilayah Kota Bandung, tepatnya di Kecamatan Arcamanik. Camat setempat bertanggung jawab dalam pengawasan wilayah,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari sisi pendanaan, Unisba tengah menjajaki kerja sama dengan LPDP dengan nilai pengembangan sekitar Rp1,5 miliar.
Rangkaian Unisba Expo 2026 meliputi pameran luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pemberian penghargaan bagi dosen dan mahasiswa berprestasi, serta berbagai kompetisi inovasi dan kreativitas bertema lingkungan dan keberlanjutan.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
