Hadapi Riuh Informasi, Azis Ajak Warga Pegang Nilai Kebangsaan

Aga Gustiana
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Di tengah derasnya arus informasi digital yang nyaris tak terbendung, masyarakat dinilai membutuhkan pegangan nilai yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing oleh kabar menyesatkan. Hal itulah yang ditekankan Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Azis menilai perkembangan teknologi informasi membawa dua sisi yang sama kuat. Di satu sisi, media sosial membuka ruang partisipasi publik yang luas. Namun di sisi lain, banjir informasi yang tidak terverifikasi kerap membuat masyarakat kesulitan memilah kebenaran. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi memicu gesekan sosial hingga perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan harus ditempatkan sebagai rujukan utama dalam menghadapi realitas tersebut. Nilai-nilai kebangsaan tidak hanya relevan dalam kehidupan bernegara, tetapi juga penting sebagai panduan etika di ruang digital.

“Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) harus menjadi pegangan kita dalam menyaring informasi. Jangan sampai hoaks dan provokasi memecah persatuan,” ujar Azis.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, Pancasila dan UUD 1945 mengajarkan prinsip moral, keadilan, serta penghormatan terhadap sesama. Prinsip-prinsip tersebut, kata dia, seharusnya tercermin dalam cara masyarakat berkomunikasi di media sosial—baik saat menyampaikan pendapat maupun menanggapi perbedaan pandangan.

Sementara itu, semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengingat bahwa perbedaan adalah keniscayaan dalam kehidupan berbangsa. Yang perlu dijaga, menurut Azis, adalah cara menyikapi perbedaan tersebut agar tidak berubah menjadi konflik.

“Berbeda itu suatu hal yang biasa. Yang tidak boleh itu saling terpecah belah karena perbedaan,” kata Anggota DPR RI Dapil Kabupaten Cianjur–Kota Bogor ini.

Dalam kesempatan tersebut, Azis juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia menilai anak muda memiliki peran strategis karena menjadi kelompok pengguna media sosial paling aktif. Dengan posisi itu, generasi muda dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas ruang digital.

Ia mendorong anak muda agar tidak sekadar menjadi penerima informasi, tetapi turut berperan aktif dalam meluruskan disinformasi serta menyebarkan pesan-pesan yang membangun.

“Anak muda jangan hanya jadi konsumen informasi, tapi juga penjaga ruang digital agar tetap sehat, beretika, dan inklusif,” kata Azis.

Lebih jauh, Azis berharap kegiatan sosialisasi Empat Pilar tidak berhenti pada tataran wacana atau hafalan semata. Ia menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai kebangsaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat bermedia sosial.

Dengan menjadikan Empat Pilar sebagai pedoman, masyarakat diharapkan mampu bersikap kritis terhadap informasi tanpa kehilangan semangat persatuan, toleransi, dan saling menghargai. Di tengah kebebasan berekspresi di era digital, Azis menegaskan bahwa tanggung jawab kebangsaan tetap harus dijaga bersama.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network