120 Tahun Mengabdi, Sekolah Ursulin Santa Angela Angkat Nilai Pendidikan Lewat Drama Musikal

Aga Gustiana
Sekolah Ursulin Santa Angela Angkat Nilai Pendidikan Lewat Drama Musikal. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pementasan drama musikal Sekolah Santa Angela yang digelar di Kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, Sabtu (24/1/2026), tidak hanya menjadi sajian seni pertunjukan bagi masyarakat. Lebih dari itu, pementasan ini menjadi sarana untuk mengangkat peran dan perjalanan panjang Sekolah Ursulin Santa Angela sebagai lembaga pendidikan yang telah berkarya selama 120 tahun di Kota Bandung, Jawa Barat.

Drama musikal ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan 120 tahun karya pendidikan Ursulin di Kampus Ursulin Santa Angela. Ketua Yayasan Ursulin Santa Angela, Sr. Korina Ngoe, OSU, menjelaskan bahwa perayaan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan jati diri sekolah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan cinta terhadap lingkungan hidup.

“Perayaan ini bukan hanya tentang pementasan seni, tetapi tentang siapa kami sebagai komunitas pendidikan Ursulin. Selama 120 tahun kami hadir untuk melayani melalui pendidikan dan membentuk manusia yang peduli terhadap sesama dan lingkungan,” ujar Sr. Korina.

Karya pendidikan Ursulin di Bandung bermula pada awal abad ke-20, tepatnya pada 1 Januari 1906, ketika lima suster Ursulin yang dipimpin oleh Suster Agustine Philipsen memulai pelayanan pendidikan di Kota Bandung. Pada masa itu, pendidikan dimulai dari jenjang Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar, seiring dengan ditetapkannya Bandung sebagai Kotapraja. Operasional sekolah secara resmi dimulai pada 8 Januari 1906 dan terus berkembang hingga kini mencakup jenjang TK, SD, SMP, dan SMA Santa Angela.

Selama lebih dari satu abad, Sekolah Ursulin Santa Angela dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan yang konsisten mengedepankan nilai-nilai Serviam, yakni semangat melayani dengan cinta kasih. Nilai ini menjadi dasar dalam proses pendidikan, baik di dalam kelas maupun melalui berbagai kegiatan pembinaan karakter.

Rangkaian perayaan 120 tahun ini telah dimulai sejak 27 Januari 2025, diawali dengan Perayaan Ekaristi pembukaan 120 tahun Biara dan Kampus Ursulin Santa Angela. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar lingkungan hidup, penanaman pohon di Kampung Adat Cireundeu dan Mandala Mekar, Angela Cup, kegiatan donor darah, Family Fun Walk, hingga pementasan drama musikal. Puncak perayaan akan ditutup dengan Perayaan Syukur Ekaristi pada 27 Januari 2026.

Dalam konteks inilah drama musikal dipilih sebagai media edukasi dan refleksi. Mengusung tema “Titik Balik”, pementasan ini mencerminkan semangat Sekolah Santa Angela untuk terus beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa kehilangan nilai dasar yang telah diwariskan selama 120 tahun.

Sutradara drama musikal, Stephanus, menuturkan bahwa pementasan ini tidak hanya menyampaikan pesan tentang kepedulian lingkungan dan kemanusiaan, tetapi juga merepresentasikan metode pendidikan yang hidup di Sekolah Santa Angela.

“Pendidikan di Santa Angela tidak hanya lewat teori, tetapi lewat pengalaman nyata. Dalam proses latihan drama ini, anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan kerja sama lintas usia,” katanya.

Drama musikal ini melibatkan 899 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA, yang terbagi dalam dua segmen pementasan. Seluruh unit pendidikan di Kampus Santa Angela terlibat aktif, didukung oleh guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa. Keterlibatan menyeluruh ini menjadi gambaran konkret tentang pendidikan holistik yang dijalankan sekolah.

“Di sini terlihat bagaimana anak-anak TK, SD, SMP, dan SMA bergerak bersama. Sekat usia dan jenjang hilang. Mereka belajar menjadi satu keluarga besar,” ujar Stephanus.

Suster Kristofora Nou, OSU, menambahkan bahwa tokoh Santa Angela Merici, pendiri Ordo Santa Ursula, menjadi figur sentral dalam drama musikal ini. Kehadiran tokoh tersebut menegaskan identitas sekolah sebagai bagian dari tradisi pendidikan Ursulin yang telah hidup sejak abad ke-15 dan terus relevan hingga kini.

“Semangat Santa Angela Merici mengajarkan kami untuk berjalan bersama, bertumbuh bersama, dan melayani dengan cinta kasih. Inilah roh yang kami tanamkan dalam pendidikan di Santa Angela,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa drama musikal ini juga menjadi sarana bagi sekolah untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat luas. Melalui anak-anak dan kaum muda, Sekolah Santa Angela ingin menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian terhadap alam dan kemanusiaan.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Santa Angela, Aline Erline, berharap momentum perayaan 120 tahun ini semakin memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

“Kami berharap nilai kebersamaan dan kepedulian yang terbangun tidak berhenti di panggung, tetapi menjadi budaya hidup di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Menutup rangkaian acara, Sr. Korina Ngoe, OSU, menegaskan komitmen Sekolah Ursulin Santa Angela untuk terus berkontribusi bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dengan berakar pada tradisi panjang dan terbuka terhadap perubahan zaman, Sekolah Santa Angela diharapkan tetap relevan dan bermakna bagi generasi mendatang.

“Selama 120 tahun kami hadir untuk masyarakat. Ke depan, kami ingin terus melangkah bersama, mencintai bumi, merawat kemanusiaan, dan menghadirkan pendidikan yang membebaskan serta memanusiakan,” pungkasnya.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network