Kemudian, sarapan pagi, morning exercise berupa stretching, dan morning meeting sebagai ruang berbagi perasaan, kondisi diri, dan perencanaan kegiatan harian.
Rangkaian rehabilitasi berlanjut dengan religion session, seminar edukasi yang membahas penguatan kepribadian, peningkatan kepercayaan diri, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Kegiatan dijeda dengan istirahat solat dan makan (Isoma). Selanjutnya, warga binaan mengikuti general meeting untuk menegakkan aturan, meningkatkan kejujuran, dan memperkuat perilaku positif.
Rehabilitasi ditutup dengan wrap up sebagai sesi evaluasi dan refleksi kegiatan.
"Pada aspek pembinaan fisik, Rutan Kelas I Medan secara rutin melaksanakan kegiatan senam serta berbagai perlombaan olahraga," tutur Karutan.
Kegiatan ini, kata Andi Surya, bertujuan menjaga kebugaran jasmani, menanamkan sportivitas, dan memperkuat semangat kebersamaan di antara warga binaan sebagai bagian dari keseimbangan pembinaan mental dan fisik.
Dengan pembinaan terarah, disiplin, dan humanis ini, Rutan Kelas I Medan menegaskan bahwa proses pemasyarakatan tidak berhenti pada pemenuhan aspek keamanan semata.
Pembinaan mental, spiritual, sosial, dan fisik tersebut diharapkan mampu membentuk warga binaan lebih matang secara karakter, stabil secara emosional, dan siap kembali menjalani peran sosial di tengah masyarakat
Salah satu warga binaan inisial NH mengatakan, kegiatan kerohanian di Rutan Kelas I Medan ini sangat baik. Terutama NH dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Semoga apa yang kami dapatkan di sini bisa menjadi bekal untuk kami ke depan. Kami berharap keluar dari sini, kami bisa berubah dan menjadi lebih baik,“ kata NH.
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
