MEDAN, iNewsBandungRaya.id - Beragam persoalan psikologis dan sosial kerap muncul di balik tembok Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan, mulai dari tekanan mental akibat perubahan lingkungan, kesulitan mengendalikan emosi, hingga tantangan beradaptasi dengan pola hidup serba terbatas.
Kondisi tersebut tidak jarang berdampak pada perilaku dan stabilitas mental warga binaan jika tidak ditangani secara serius dan sistematis.
Realitas ini lah yang mendorong Rutan Kelas I Medan memperkuat pendekatan pembinaan yang tidak semata bertumpu pada pengamanan, tetapi secara serius menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan mental, dan kesiapan sosial warga binaan.
Kepala Rutan Kelas I Medan Andi Surya mengatakan, pendekatan itu diterjemahkan ke dalam program pembinaan menyentuh sisi spiritual warga binaan sebagai fondasi utama perubahan perilaku.
"Pada aspek pembinaan kerohanian, Rutan Kelas I Medan menyediakan sarana ibadah lengkap dan inklusif, meliputi masjid, gereja, kuil, dan vihara," kata Karutan Medan, Selasa (27/1/2026).
Andi Surya menjelaskan, seluruh kegiatan ibadah dibimbing dan diawasi petugas yang bertanggung jawab atas masing-masing tempat ibadah.
Untuk meningkatkan semangat dan kepedulian terhadap nilai-nilai keimanan, pembinaan kerohanian juga diisi dengan berbagai perlombaan keagamaan.
"Seperti lomba azan, tilawah Alquran, salawat, dan kegiatan kerohanian lainnya," ujar Andi Surya.
Sementara itu, pembinaan rehabilitasi mental dan sosial dijalankan melalui pola kegiatan satu hari penuh yang terstruktur dan disiplin.
Kegiatan diawali dengan job function berupa kebersihan tempat tidur, kamar hunian, dan aula blok sesuai pembagian departemen.
Kemudian, sarapan pagi, morning exercise berupa stretching, dan morning meeting sebagai ruang berbagi perasaan, kondisi diri, dan perencanaan kegiatan harian.
Rangkaian rehabilitasi berlanjut dengan religion session, seminar edukasi yang membahas penguatan kepribadian, peningkatan kepercayaan diri, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Kegiatan dijeda dengan istirahat solat dan makan (Isoma). Selanjutnya, warga binaan mengikuti general meeting untuk menegakkan aturan, meningkatkan kejujuran, dan memperkuat perilaku positif.
Rehabilitasi ditutup dengan wrap up sebagai sesi evaluasi dan refleksi kegiatan.
"Pada aspek pembinaan fisik, Rutan Kelas I Medan secara rutin melaksanakan kegiatan senam serta berbagai perlombaan olahraga," tutur Karutan.
Kegiatan ini, kata Andi Surya, bertujuan menjaga kebugaran jasmani, menanamkan sportivitas, dan memperkuat semangat kebersamaan di antara warga binaan sebagai bagian dari keseimbangan pembinaan mental dan fisik.
Dengan pembinaan terarah, disiplin, dan humanis ini, Rutan Kelas I Medan menegaskan bahwa proses pemasyarakatan tidak berhenti pada pemenuhan aspek keamanan semata.
Pembinaan mental, spiritual, sosial, dan fisik tersebut diharapkan mampu membentuk warga binaan lebih matang secara karakter, stabil secara emosional, dan siap kembali menjalani peran sosial di tengah masyarakat
Salah satu warga binaan inisial NH mengatakan, kegiatan kerohanian di Rutan Kelas I Medan ini sangat baik. Terutama NH dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Semoga apa yang kami dapatkan di sini bisa menjadi bekal untuk kami ke depan. Kami berharap keluar dari sini, kami bisa berubah dan menjadi lebih baik,“ kata NH.
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
