Waspada! Kasus DBD Masih Tinggi di Jabar, Ini yang Sering Diabaikan Masyarakat

Muhammad Rafki Razif
Kegiatan “Lawan Nyamuk Demam Berdarah!” yang digelar oleh SC Johnson bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Palang Merah Indonesia (PMI), di Nara Park, Bandung, Sabtu (31/1/2026). (Foto: M Rafki)

“Saya pernah beberapa kali kena demam berdarah. Rasanya badan seperti kena shock, sakit banget, dan benar-benar drop. Dari situ saya jadi sangat perhatian soal pencegahan, terutama untuk anak-anak,” ujar Shireen.

Ia menuturkan, upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi keluarga, menjaga kebersihan lingkungan, hingga perlindungan saat beraktivitas di luar ruangan.

“Anak saya sekolahnya banyak aktivitas outdoor, jadi nyamuknya juga banyak. Ikhtiar kami ya rutin melakukan pencegahan, salah satunya memastikan anak-anak terlindungi saat beraktivitas,” katanya.

Selain itu, Shireen menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap genangan air di lingkungan rumah yang kerap luput dari perhatian.

“Kadang yang nggak ngeuh itu tempat minum hewan peliharaan atau air yang menggenang. Itu bisa jadi tempat jentik nyamuk. Jadi harus rajin dicek,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Teuku Wisnu, yang mengingatkan kembali pentingnya penerapan 3M sebagai langkah dasar pencegahan DBD.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network