Menurutnya, ada tiga faktor utama yang membuat PPP percaya diri Jawa Barat bisa kembali menjadi lumbung suara:
Rekam jejak elektoral – PPP pernah meraih 11 kursi DPRD Jabar, kemudian 9 kursi, sebelum kini bertahan di 6 kursi.
Faktor geografis – Infrastruktur dan akses wilayah di Jawa Barat dinilai mendukung efektivitas konsolidasi dan kampanye.
Faktor sosiologis – Karakter masyarakat Jawa Barat yang religius dan kuat dengan kultur Sunda dinilai sejalan dengan platform PPP sebagai partai Islam.
“Kami pernah di atas. Artinya, secara historis basis itu ada,” kata Uu.
Benahi Struktur dari DPC hingga Anak Ranting
Untuk mewujudkan target tersebut, PPP Jabar mulai membenahi struktur internal dari tingkat bawah. Seluruh DPC diminta menyerahkan kembali kepengurusan PAC sesuai instruksi sebelumnya dan bersiap menggelar musyawarah cabang di 27 kabupaten/kota yang dibagi dalam lima zona, dimulai 20 Syawal.
Uu menekankan pentingnya penguatan struktur sebelum berbicara target besar. Rekrutmen caleg ke depan akan diperketat dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak ingin asal comot calon anggota dewan. Struktur harus kuat dulu, baru bicara target besar,” tegasnya.
Pengkaderan Berbasis Fungsi dan Profesionalisme
Selain struktur, kaderisasi menjadi fokus utama. Uu mengakui selama ini proses pengkaderan kerap berhenti pada penanaman ideologi, sementara pemahaman teknis kepengurusan belum maksimal.
Ke depan, seluruh pengurus mulai dari DPW hingga DPC akan mengikuti pendidikan keorganisasian berbasis fungsi. Setiap bidang, seperti OKK, bendahara, hingga bidang pemenangan, akan mendapat pembekalan spesifik dari pemateri kompeten.
“Pengurus harus paham tupoksi, AD/ART, dan job description. Jangan hanya semangat, tapi tidak tahu tugas,” ujarnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
