Hilal Tak Terlihat di Bandung, Awal Ramadan 1447 H Tunggu Sidang Isbat Kemenag

Muhammad Rafki Razif
Hilal awal Ramadan 1447 H tidak terlihat di Observatorium Al-Biruni Unisba. Foto: iNews/ M Rafki.

Menjelang waktu pengamatan, sekitar 30 menit sebelumnya, teropong diarahkan ke posisi Bulan. Kamera CCD digunakan untuk menampilkan hasil pengamatan pada layar televisi, sehingga seluruh peserta dapat menyaksikan secara langsung.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Ali Abdul Latif, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengamatan di Observatorium Al-Biruni dan sejumlah titik lainnya di Jawa Barat, hilal tidak terlihat.

“Pada sore hari ini kami memastikan hilal tidak terlihat. Posisi hilal berada antara minus 2 derajat hingga sekitar 0 derajat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk membuat kemungkinan terlihatnya hilal sangat kecil.

“Di seluruh Indonesia, posisi hilal saat matahari terbenam berada antara minus 2 derajat sampai 0 derajat. Untuk dapat terlihat, biasanya hilal berada di atas 3 derajat,” jelasnya.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network