Antusiasme ini diamini oleh salah satu siswanya, Aca Putri. Ia merasa belajar kini jauh lebih menyenangkan.
“Sebelum papan interaktif ini, terkadang saya merasa bosan di dalam kelas. Harapannya PID-nya ditambah,” tutur Aca.
Di Sumatera Selatan, Kepala SMAN 1 Indralaya, Pudyo Laksono, menyebut teknologi ini mampu menyederhanakan materi yang rumit menjadi visual yang mudah dipahami.
“Terkait teori kinetik gas pada hukum Boyle misalnya, siswa kini tak lagi sekadar mengabstraksi hubungan antara tekanan, volume, dan suhu, melainkan dapat melihat visualisasi pergerakan partikel secara langsung melalui papan interaktif digital,” pungkasnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
