BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Polda Jabar mengklaim arus mudik 2026 berjalan aman dan lancar. Indikatornya, berdasarkan rekap data periode 13 hingga 19 Maret 2026, kecelakaan lalu lintas fatal turun signifikan.
Kepadatan arus kendaraan pemudik juga dapat terurai dengan cepat. Bahkan tidak terjadi gangguan kamtibmas menonjol.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, Polda Jabar melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2026 untuk mengamankan dan memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2026.
"Berdasarkan hasil evaluasi sementara, arus mudik di wilayah Jawa Barat menunjukkan hasil positif," kata Kapolda Jabar, Jumat (20/3/2026).
Irjen Rudi menjelaskan, gangguan kamtibmas menurun. Pelanggaran turun drastis hingga 99,18 persen dan gangguan keamanan turun 94,71 persen.
"Meski terjadi kriminalitas sebesar 35,11 persen, secara umum kondisi tetap terkendali," ujar Irjen Rudi.
Kapolda menuturkan, di sektor lalu lintas, angka kecelakaan fatal juga menunjukkan tren menurun.
Jumlah kecelakaan turun 3,23 persen, korban meninggal dunia turun 24,61 persen, dan korban luka berat turun 4,55 persen.
"Sementara itu, korban luka ringan justru mengalami kenaikan 7,95 persen," tutur Kapolda.
Menurut Irjen Rudi, optimalisasi rekayasa lalu lintas turut berkontribusi terhadap kelancaran arus mudik tahun ini.
"Penerapan contraflow dilaksanakan 22 kali dan pengalihan arus 60 kali, ditambah sistem one way baik nasional maupun lokal," ucap Irjen Rudi.
Selain itu, ungkap Kapolda, volume kendaraan juga menjadi indikator penting keberhasilan. Puncak arus mudik 2026 tercatat mencapai 270.315 kendaraan.
Jumlah itu meningkat 4,62 persen dibandingkan arus mudik 2025. Total volume kendaraan keluar Jakarta mencapai 1.692.528 unit atau 48 persen dari total proyeksi.
Kapolda menegaskan, capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor.
"Data menunjukkan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya tahun ini berjalan efektif. Penurunan signifikan angka pelanggaran dan kecelakaan," tegas Kapolda.
"Ini menjadi indikator bahwa strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal," ujarnya.
Irjen Rudi menjelaskan, keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2026 ini tidak lepas dari sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh stakeholder.
"Kami melihat koordinasi solid antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama suksesnya arus mudik tahun ini, khususnya di wilayah Jawa Barat," tandas Irjen Rudi.
Kapolda menilai, dengan capaian tersebut, Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilaksanakan Polda Jabar pada arus mudik 2026 dapat dikategorikan sukses, baik dari sisi keamanan maupun kelancaran lalu lintas.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
