Waspada! Kebijakan Populis Dinilai Bisa Tekan Stabilitas Ekonomi Nasional

Susana
Ilustrasi kebijakan fiskal. Foto Dok SINDOnews

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sejumlah pengamat menilai kebijakan fiskal pemerintah pusat perlu lebih berhati-hati dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini. Salah satu sorotan utama adalah potensi risiko jangka panjang apabila pengelolaan anggaran negara tidak dilakukan secara disiplin dan berbasis perhitungan ekonomi yang ketat.

Pengamat sosial, Mira H. Tohir, menyampaikan pandangannya di Bandung, Jumat (27/3/2026), bahwa stabilitas ekonomi sebuah negara sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan anggaran, bukan semata oleh faktor eksternal.

Defisit dan Risiko Jangka Panjang

Menurut Mira, pelebaran defisit anggaran yang terjadi secara berkelanjutan dapat menjadi faktor yang memperlemah fondasi ekonomi negara.

Ia menegaskan bahwa tekanan fiskal tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui akumulasi kebijakan dalam jangka panjang yang tidak terkontrol.

“Negara tidak bangkrut dalam semalam, tetapi melalui akumulasi defisit yang terus melebar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa kebijakan politik yang bersifat populis tanpa perhitungan fiskal yang matang berpotensi menimbulkan tekanan struktural pada APBN.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network