Waspada! Kebijakan Populis Dinilai Bisa Tekan Stabilitas Ekonomi Nasional

Susana
Ilustrasi kebijakan fiskal. Foto Dok SINDOnews

Simulasi Risiko Fiskal

Dalam pemaparannya, Mira menjelaskan bahwa dengan rasio utang Indonesia yang berada di kisaran 41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen, kondisi fiskal masih tergolong dalam batas aman.

Namun, situasi tersebut dapat berubah jika terdapat tambahan belanja besar yang bersifat permanen tanpa diimbangi peningkatan pendapatan negara.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar 1,5 persen dari PDB atau setara Rp357 triliun per tahun.

Berdasarkan simulasi yang disampaikan, tambahan beban fiskal tersebut berpotensi meningkatkan rasio utang secara bertahap apabila tidak diiringi reformasi penerimaan negara.

Risiko Jangka Panjang APBN

Mira mengingatkan bahwa jika tekanan belanja terus meningkat, ruang fiskal pemerintah akan semakin sempit dan APBN berpotensi lebih banyak digunakan untuk pembayaran kewajiban, termasuk bunga utang.

Dalam skenario jangka panjang, ia menyebut risiko pelebaran rasio utang dapat terjadi apabila kebijakan ekspansif tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan negara secara berkelanjutan.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network