Dalam tahap awal, tim berhasil mengangkat sekitar 6 ton sampah atau setara dengan empat truk. Namun, jumlah tersebut baru sebagian kecil dari total timbunan yang diperkirakan mencapai 30 ton di lokasi tersebut.
Proses pembersihan pun direncanakan dilakukan secara bertahap mengingat besarnya volume sampah yang menumpuk.
Bukan Sekadar Bersih-bersih, Tapi Upaya Perubahan Perilaku
Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya soal volume, tetapi juga perilaku masyarakat.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi akar utama dari permasalahan yang terjadi di kawasan hulu.
“Permasalahan sampah di kawasan seperti Puncak tidak hanya soal volume, tetapi juga perilaku. Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan mulai memilah sampah dari sumbernya,” ujarnya.
Perlu Pendekatan Sistemik, Bukan Sekadar Penanganan Sementara
Pandangan serupa disampaikan oleh Arief Sabdo Yuwono yang menilai bahwa pendekatan konvensional seperti open dumping sudah tidak relevan.
Ia menekankan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, dimulai dari kesadaran masyarakat hingga kebijakan yang berkelanjutan.
“Permasalahan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara lama. Harus ada perubahan sistem dari hulu hingga hilir,” jelasnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
