BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjadi sorotan setelah pengumuman hasil seleksi pendanaan riset tahun anggaran 2026 yang dinilai memicu kegelisahan di kalangan akademisi.
Pengumuman yang dirilis pada 9 April 2026 tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, yang menilai adanya sejumlah persoalan mendasar dalam kebijakan pendanaan riset nasional.
Anggaran Riset Dinilai Jauh dari Harapan
Habib Syarief menyoroti adanya ketidaksesuaian antara ekspektasi peningkatan dana riset dengan realisasi anggaran yang dinilai jauh lebih kecil dari harapan.
Ia menyebut kondisi ini sebagai “anemia anggaran” yang berpotensi menghambat inovasi nasional dan daya saing Indonesia dalam jangka panjang.
Menurutnya, riset merupakan investasi strategis yang menentukan arah pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
