Penyembuhan Mandiri
Sementara itu, Ketua Umum KBI sekaligus Yayasan BEP Indonesia Adi Sasitiwarih mengatakan, senam BEP menstimulasi titik cakra tubuh manusia untuk melakukan penyembuhan secara mandiri.
"Senam ini based on medical science. (BEP) lahir di Bandung diciptakan oleh almarhum Hari Juhari Angga dan diteliti di Rumah Sakit Hasan Sadikin," kata Adi.
Terapi senam BEP, ujar Adi, telah dikaji secara akademis dalam tesis S2 oleh dr Kartijo asal Tasikmalaya.
Menurut Adi, senam BEP sangat praktis dan ramah bagi kalangan lanjut usia (lansia).
"Waktunya hanya 1,5 menit per satu seri dengan tiga gerakan. Bisa sambil duduk, berdiri, atau bersila, dan masyarakat bisa ikut secara gratis," ujar Adi.
Sejak berdiri pada 2017, tutur Adi, komunitas BEP telah terbentuk di 20 provinsi. Di Jawa Barat, telah berdiri 56 Rumah Sehat di 7 kabupaten dan kota. Para BEPers itu dikawal oleh 100 pelatih.
"Saat ini, KBI tengah melakukan penelitian lanjutan mengenai manfaat terapi senam BEP untuk terapi penyembuhan penyakit berat dengan fokus pada penderita pasca-stroke, hipertensi, dan diabetes," tutur Adi.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
