Dedi Mulyadi: Jalan Diponegoro Tidak Ditutup
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa informasi penutupan jalan tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar izin resmi dari pemerintah provinsi.
“Warga Bandung yang saya cintai, Jalan Diponegoro tidak ada penutupan,” tegas Dedi Mulyadi dalam keterangannya.
Ia juga menjelaskan bahwa papan informasi penutupan yang sempat terpasang telah dicabut karena tidak memiliki legalitas atau persetujuan resmi dari pihak gubernur maupun Pemprov Jawa Barat.
“Pemasangan plang yang menyatakan penutupan dari tanggal 30 April sampai 7 Agustus 2026 itu tidak berlaku karena tidak mendapatkan persetujuan,” lanjutnya.
Arus Lalu Lintas Tetap Normal
Dengan adanya klarifikasi tersebut, arus lalu lintas di kawasan Jalan Diponegoro hingga saat ini tetap berjalan normal seperti biasa. Aktivitas masyarakat tidak mengalami gangguan signifikan meskipun terdapat pekerjaan penataan kawasan di sekitar Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui akun resmi juga menegaskan bahwa tidak ada penutupan jalan yang diberlakukan hingga saat ini.
“Pemda Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa tidak ada penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung hingga saat ini. Lalu lintas masih berjalan normal,” tulis keterangan resmi @humas_jabar.
Rekayasa Lalu Lintas Masih Tahap Kajian
Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa saat ini sedang dilakukan persiapan penataan kawasan Gedung Sate, termasuk rencana rekayasa lalu lintas di masa mendatang.
Namun, seluruh rencana tersebut masih dalam tahap kajian teknis dan akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat sebelum diterapkan.
“Penataan kawasan memang sedang disiapkan, termasuk rekayasa lalu lintas. Tapi semuanya masih dalam tahap perencanaan dan belum diterapkan,” lanjut keterangan tersebut.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
