“Bahkan ada beberapa kecamatan yang tidak memiliki SMA ataupun SMP, baik negeri maupun swasta,” ujarnya.
Melihat dari kacamata kesejahteraan sosial, PMII membeberkan data memprihatinkan mengenai angka pencari kerja yang menyentuh angka 1,74 juta jiwa. Kondisi ini diperparah dengan sisa populasi sekitar 3,6 juta warga yang nasibnya masih terjebak di bawah garis kemiskinan.
Ketidakadilan pembangunan juga merembet ke sektor pelayanan medis. Rusli menilai distribusi pusat pelayanan kesehatan masih timpang dan egois karena hanya menumpuk di area perkotaan.
“Rumah sakit umum wilayah masih tersentral di wilayah Parahyangan, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Wilayah selatan ini belum punya,” ungkapnya.
Bawa 36 Tuntutan, Parlemen Buka Pintu Negosiasi
Dalam aksi unjuk rasa kali ini, koalisi mahasiswa menyodorkan sedikitnya 36 poin tuntutan mendesak agar Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi segera mengubah peta prioritas kerjanya demi menjamin hak dasar rakyat di bidang sosial, edukasi, dan kesehatan.
Kendati situasi di luar gerbang sempat memanas akibat rentetan kritik, suasana mereda setelah pihak DPRD Jawa Barat bersikap kooperatif dan bersedia membuka ruang mediasi.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
