BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Suasana penuh keakraban menyelimuti Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, Sabtu (23/5/2026). Ribuan pengurus RT dan RW se-Kota Bandung berkumpul dalam acara Silaturahmi Akbar sekaligus peringatan Milad ke-23 Forum RT RW Kota Bandung.
Acara yang diinisiasi sebagai wadah silaturahmi ini menjadi momentum strategis bagi pengurus lingkungan untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat ekosistem pembangunan kota.
Ketua Pelaksana Milad ke-23, Inong, menjelaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah mempererat jalinan komunikasi antarpengurus. "Konsepnya adalah menjalin silaturahmi RT RW se-Kota Bandung, termasuk sekretaris dan bendahara, supaya bisa saling mengenal dan berinteraksi. Acara ini adalah keberlanjutan dari kegiatan serupa di usia ke-20 tahun lalu, dan kami berharap bisa rutin digelar ke depannya," ujar Inong.
Ia menegaskan bahwa pengabdian sebagai ketua RT maupun RW adalah panggilan jiwa. "Pesan saya kepada rekan-rekan RT RW, tetaplah semangat. RT RW adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat, jadi jangan hanya dilihat dari honor atau gajinya, tapi bagaimana kita membantu program pemerintah untuk warga," tambahnya.
Komitmen Pemerintah Kota
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya peran RT RW sebagai bagian integral dari ekosistem perkotaan. Menurutnya, Forum RT RW bukan lembaga yang terpisah dari pemerintah, melainkan mitra strategis dalam semangat "warga jaga warga, warga jaga kota".
Terkait aspirasi insentif dan program prakarsa, Farhan menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembahasan yang ketat bersama DPRD. "Penambahan insentif itu sudah pasti karena itu janji politik. Demikian juga dengan program prakarsa Rp1 miliar selama 5 tahun. Namun, ada hal yang harus diperhatikan, terutama soal akuntabilitas pelaporan agar tidak terjadi penyelewengan," jelas Farhan.
Farhan juga berpesan agar euforia di tingkat wilayah tetap terjaga dalam koridor kedewasaan. "Gembira harus, euforia boleh, tapi jangan sampai berlebihan," tegasnya.
Menagih Janji dan Mengusulkan Skema Proporsional
Di sisi lain, Ketua Umum Forum RT RW Kota Bandung, Lily Maulana, secara lugas mengingatkan kembali janji politik yang disampaikan Wali Kota. Ia menyoroti kenaikan insentif yang dijanjikan sebesar Rp1 juta untuk RT dan Rp1,5 juta untuk RW per bulan, serta realisasi program prakarsa Rp200 juta per tahun per RW.
"Kami tidak meminta, tetapi mengingatkan. Ini adalah tolak ukur perhatian pemerintah untuk bersama-sama menyelesaikan masalah di akar rumput," kata Lily.
Menariknya, Lily mengusulkan agar distribusi dana program ke depannya tidak menggunakan sistem bagi rata, melainkan sistem proporsional. "Saya usulkan sistemnya proporsional. RW yang menjadi prioritas harus diutamakan, misalnya untuk urusan kemiskinan di Bandung Timur atau masalah infrastruktur di Bandung Tengah. Bagi RW yang wilayahnya sudah mapan, tentu tidak perlu dibantu sebesar yang membutuhkan," jelasnya.
Selain itu, Lily juga mendesak percepatan revisi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 11 terkait LKK yang dianggap berpotensi menimbulkan konflik dalam pemilihan pengurus di tingkat wilayah.
Milad ke-23 ini pun menjadi cerminan bahwa Forum RT RW Kota Bandung tidak hanya ingin merayakan usia, tetapi juga ingin memastikan arah kebijakan pemerintah kota benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat paling dasar, mulai dari penanganan sampah hingga pengentasan kemiskinan dan stunting.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
