Bukan Jahe Merah Biasa! Rempah Sakti Asli Indonesia Ini Siap Geser Popularitas Ginseng Korea

Bennazir
Jahe Merah. (Foto: Ist)

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pengujian kandungan tanaman, melakukan kerja sama riset, hingga mengunjungi petak pamer balai secara langsung untuk mengedukasi diri mengenai ratusan jenis tanaman obat yang dikoleksi di sana.

Selain itu, BRMP TROA juga aktif mendukung sektor pendidikan dengan kolaborasi bagi kalangan akademis dan program magang untuk mahasiswa.

Di kalangan akademisi dan pelaku industri, muncul sebuah pertanyaan: apakah Jahira memerlukan perhatian intensif dari industri farmasi untuk dijadikan kandungan obat herbal fungsional di Indonesia? Jawabannya tidak sekadar berputar pada aspek kesehatan, melainkan menyentuh kedaulatan industri nasional.

Selama ini, industri farmasi dalam negeri masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor. Melalui proses hilirisasi yang tepat, Jahira dapat ditransformasikan dari sekadar komoditas pertanian mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang lolos uji klinis.

Relevansi Jahira menjadi sangat krusial di kala industri manufaktur obat terus dituntut mencari bahan baku lokal yang berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan (sustainable). Mengintegrasikan Jahira ke dalam lini produksi farmasi nasional akan memperkuat kemandirian industri herbal dan biofarmaka berbasis kekayaan hayati asli Indonesia.

Editor : Abdul Basir

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network