Jelang Libur Sekolah, Pengelola Wisata Diminta Tingkatkan Keamanan Sarpras Pendukung

Adi Haryanto
Objek wisata harus meningkatkan kesiapan dan keamanan sarana prasarana pendukung dalam menggadapi angka kunjungan wisatawan yang diprediksi naik pada saat musim libur sekolah. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Pihak pengelola wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta untuk meningkatkan keamanan fasilitas di objek wisata.

Hal ini seiring dengan libur sekolah yang diprediksi angka kunjungan wisatawan ke objek wisata meningkat. Sehingga faktor keamanan dan kenyamanan menjadi sangat penting bagi wisatawan.

"Kami melakukan pembinaan dan pengawasan di berbagai destinasi wisata agar wisatawan mendapatkan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan selama berkunjung, pada momen libur sekolah nanti," kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot, Selasa (23/6/2026).

Ia mengatakan, pada momen libur sekolah biasanya angka kunjungan wisatawan meningkat.

Karena itu, pihaknya melakukan pembinaan dan monitoring terhadap pengelola destinasi wisata guna memastikan sarana prasarana pendukung pariwisata sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Pengawasan difokuskan pada wahana atraksi wisata yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pengawasan di antaranya Curug Cipanas atau Pemandian Air Panas Nagrak, wahana Storyland di Lembang Park and Zoo, dan Dusun Bambu.

Menurutnya aspek keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. Karena itu setiap wahana harus dipastikan layak beroperasi, memiliki sistem keamanan yang memadai, serta dilindungi oleh asuransi.

Upaya pengawasan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 Tahun 2019 tentang Manajemen Krisis Kepariwisataan. Dalam regulasi tersebut, aspek keselamatan wisatawan menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata.

Segala hal yang menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem pariwisata dapat dikategorikan sebagai krisis kepariwisataan.

Pengelola destinasi memiliki kewajiban untuk menjaga rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan sehingga tercipta pengalaman berwisata yang positif dan berkesan.

"Makanya para pelaku usaha wisata diminta untuk selalu melakukan pengecekan dan pemeriksaan ulang sebelum wahana dioperasikan, serta menjalankan pemeliharaan rutin sesuai SOP," ucapnya.

Selain kepada pengelola wisata, pihaknya juga mengimbau wisatawan agar selalu mematuhi aturan dan petunjuk yang berlaku di setiap destinasi wisata demi menghindari risiko kecelakaan.

"Wisatawan juga harus ikut bersama-sama mematuhi peraturan yang berlaku agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network