Terkait dinamika tersebut, Jejeng menyinggung soal laporan resmi telah disampaikan kuasa hukum sejumlah pengurus kecamatan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Laporan itu terkait dugaan pelanggaran organisasi menjelang Musda Golkar Cianjur 2026.
Dalam laporan itu disebutkan ada dugaan perbedaan perlakuan terhadap sejumlah pengurus kecamatan yang memiliki pilihan politik berbeda. Lalu, dugaan upaya mengalihkan dukungan dan persoalan perubahan kepengurusan di beberapa kecamatan.
Laporan tersebut meminta DPP Partai Golkar menindaklanjuti persoalan itu melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Termasuk membentuk tim pemeriksa yang objektif dan independen.
Jejen menegaskan, berbagai dinamika tersebut tidak mengubah komitmen para pendukung Metty. “Perubahan tidak bisa dihentikan oleh berbagai rekayasa organisasi. Semakin besar tantangan, semakin kuat tekad kami untuk memenangkan Bu Metty,” tegasnya.
"Kami akan terus mendorong perubahan demi terwujudnya masa depan Partai Golkar Cianjur lebih demokratis, terbuka, dan berpihak kepada kader," tutur Jejen.
Dia menambahkan, para PK dan PD meyakini kepemimpinan Metty Triantika mampu mengembalikan semangat kekaryaan melalui kepemimpinan yang saling merangkul seluruh elemen partai dan membangun organisasi secara profesional.
Rapat konsolidasi tersebut, lanjut Jejen, menjadi penegasan bahwa dukungan terhadap Metty Triantika tetap solid dan akan terus dikawal hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah Partai Golkar Kabupaten Cianjur.*
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
