Bajul Ijo Amankan Tiket Lewat Ketegangan VAR dan Kartu Merah
Sementara itu, bentrokan antara Persebaya kontra Arema FC berjalan dalam tempo tinggi dan penuh insiden krusial. Gol tunggal penentu kemenangan wakil Jawa Timur tersebut dicetak oleh Yuran Fernandez menjelang turun minum, memanfaatkan umpan lambung sepak pojok akurat dari Francisco Rivera.
Pertandingan sempat diwarnai kontroversi pengadilan lapangan. Arema sejatinya sempat merayakan gol cepat Johan Ahmat Farizi di menit ke-18, yang kemudian dianulir akibat posisi offside. Ketegangan kian memuncak tatkala wasit sempat mengeluarkan kartu merah untuk Matheus da Conceicao Nascimento sebelum membatalkannya usai tinjauan VAR.
Petaka bagi Singo Edan benar-benar hadir di babak kedua setelah Diego Luiz Nandis diganjar kartu merah langsung pada menit ke-66. Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Persebaya untuk mengunci keunggulan 1-0 hingga peluit akhir berbunyi.
Rapor Sempurna Menuju Final
Pertemuan pamungkas ini mempertemukan dua kubu dengan grafik penampilan paling konsisten sejak fase grup turnamen pramusim ini bergulir.
Persib Bandung: Melaju perkasa sebagai pemuncak klasemen Grup A dengan catatan sapu bersih sembilan poin. Hebatnya lagi, lini pertahanan Maung Bandung tampil tangguh tanpa kebobolan sebelum akhirnya jebol oleh Persija di semifinal.
Rekor pertandingan: Menang 1-0 atas Arema, menang 1-0 atas DPMM FC, menang 1-0 atas Tampines Rovers, serta unggul 2-1 atas Persija.
Persebaya Surabaya: Membuktikan dominasi serupa dengan menyapu bersih seluruh laga Grup B tanpa kehilangan satu angka pun.
Rekor pertandingan: Menang 1-0 atas Persija, menang 1-0 atas PSMS Medan, menang 2-1 atas Port FC, serta menang 1-0 atas Arema.
Analisis Kekuatan Jelang Bentrokan Puncak
Kedua finalis menapak ke partai penutup dengan modal psikologis yang nyaris setara. Rekor tidak terkalahkan serta deretan kemenangan beruntun membuktikan bahwa kedua tim berada dalam level permainan terbaik.
Persib mengandalkan kolektivitas tim serta kedisiplinan blok pertahanan yang sulit ditembus. Sebaliknya, Persebaya dikenal memiliki transisi cepat yang mematikan serta efektivitas tinggi dalam mengonversi peluang sekecil apa pun menjadi gol. Kehadiran legiun asing anyar yang langsung menyatu dengan skema permainan turut mendongkrak kualitas tontonan di lapangan.
Duel akbar di Gianyar ini diprediksi berjalan terbuka dan sengit hingga detik-detik akhir pertandingan. Selain memburu trofi bergengsi Piala Presiden 2026, laga ini sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan mental kedua tim raksasa menyambut bergulirnya kompetisi liga domestik musim mendatang.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
