“Di kurikulum Unisba itu keduanya ada. Kalau dia job creator, berarti ada mata kuliah entrepreneurship. Kalau job seeker, kami fasilitasi dengan magang berdampak,” katanya.
Peluang dan Ancaman Artificial Intelligence (AI)
Di sisi lain, gempuran teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi tantangan tersendiri bagi angkatan kerja baru. Menanggapi situasi ini, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengimbau agar sarjana baru tidak bersikap reaktif terhadap pembaruan teknologi.
Lulusan dituntut menguasai keahlian yang tak sanggup direplikasi oleh mesin, seperti penyelesaian masalah rumit, empati, hingga etika. Lukman juga membagikan resep keberhasilan bertajuk JAGO (Jejaring, Adaptif, Gesit, serta Orisinal dan Otentik).
“Jadikanlah teknologi sebagai alat yang kita berdayakan, bukan alat yang menggantikan peran kita,” kata Lukman.
Pesan Tiga Nilai Utama dan Prestasi Wisudawan
Prosesi wisuda yang mengukuhkan lebih dari 1.500 lulusan jenjang Doktor, Magister, Profesi, hingga Sarjana ini diposisikan sebagai gerbang awal pengabdian masyarakat. Unisba menyuntikkan tiga fondasi filosofis kepada para wisudawan: Mujahid (pejuang), Mujtahid (pemikir kritis), dan Mujaddid (pembawa pembaharuan).
“Sebagai lulusan, mereka diharapkan bisa memberikan added value, nilai tambah terhadap apa yang digagasnya secara positif dan berdampak kepada masyarakat,” ujar Harits.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
