BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Warga Kampung Bojong RT 05/01, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kini bisa menikmati air bersih.
Hal itu setelah bantuan sumur bor di wilayah mereka selesai dibangun dan beroperasi. Warga merasa senang karena mereka tidak perlu lagi berjalan sejauh 2 km untuk mendapatkan air bersih.
"Wilayah dii sini kondisinya di atas (perbukitan), jadi kalau air sumur tidak ada. Paling kalau mau cari air bersih pergi ke mata air di tengah sawah yang jaraknya sekitar 2 km," kata salah seorang warga Kampung Bojong, Agus Suherman saat ditemui, Sabtu (22/8/2026).
Pada saat musim kemarau seperti sekarang, warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Akibatnya pasokan air untuk ke masjid tidak ada, satu-satunya sumber air adalah dari mata air yang harus diambil menggunakan ember karena belum ada pompa penyedot.
"Di musim hujan warga biasanya mengalirkan air dari kali atau menampung air hujan. Tapi di musim kemarau seperti sekarang air dari kali juga mengering," ucapnya.
Melihat kondisi warga yang membutuhkan bantuan air bersih, anggota DPRD KBB dari daerah pemilihan (Dapil) Lembang, Cisarua, Parongpong, Pither Tjuandys menginisiasi bantuan sumur bor di Kampung Bojong, Cipada.
"Di Kampung Bojong ini ada dua titik sumur bor dan selesai dikerjakan dalam dua minggu. Ini merupakan respons langsung terhadap usulan masyarakat yang selama ini kesulitan air bersih," ucapnya usai melihat pengoperasian sumur bor yang baru selesai dibangun.
Adanya sumur bor ini diharapkan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi sekitar 26 hingga 30 kepala keluarga. Sehingga warga terutama lansia dan ibu rumah tangga tidak lagi harus berjuang menempuh perjalanan jauh setiap hari hanya untuk medapatkan air bersih.
Ini merupakan titik sumur bor yang kedua di RT 05 yang diusulkan oleh warga dan kini sudah terealisasi serta siap digunakan masyarakat. Setiap titik sumur bor tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp75 juta.
"Sepanjang tahun ini saya telah menyalurkan bantuan empat titik sumur bor di wilayah-wilayah yang paling terdampak kekeringan, mencakup kawasan Parongpong, Cipada, dan Pasirlangu," sebutnya.
Rencananya warga akan kembali bergotong royong untuk memasang jaringan pipa guna mengalirkan air hingga ke rumah-rumah. Semangat kemandirian ini dinilai sangat positif dan mempercepat manfaat sumur bor dapat dirasakan secara langsung.
"Warga berinisiatif merubah saluran supaya air bisa dialirkan langsung ke rumah. Itu murni semangat warga dan tidak menggunakan APBD," ucap Ketua Komisi III DPRD KBB ini.
Selain urusan air bersih, politisi Partai Demokrat ini juga mengungkapkan rencana segera merealisasikan pembangunan drainase di dua titik di Desa Cipada, yaitu di RW 04 dan RW 12, dengan total anggaran mencapai Rp800 juta.
Di tempat yang sama Kepala Desa Cipada, Ujang Dahria mengakui keterbatasan Dana Desa di tahun ini membuat pembangunan infrastruktur di wilayahnya belum optimal. Yakni hanya mampu membangun satu ruas jalan desa sepanjang 330 meter di RW 12.
"Kami berterima kasih ke Bapak Pither Tjuandys yang telah banyak membantu Desa Cipada, baik urusan air bersih maupun infrastruktur lainnya. Perhatian dari anggota dewan ini menjadi sangat krusial untuk menutup kebutuhan infrastruktur di desa kami," tuturnya.
Warga pun berharap perhatian terhadap akses air bersih terus berlanjut, mengingat bertambahnya penduduk dan keterbatasan sumber air alami di desa tersebut.
"Semoga ke depannya semakin banyak titik yang bisa disentuh bantuan air bersih dan infrastruktur lainnya," pungkas Ujang.
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
