BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Uji coba sepeda motor listrik hasil konversi ke pengemudi ojek online terus dilakukan untuk mendukung program elektrifikasi.
Seperti yang dilakukan EV-GO di sepanjang tahun 2026, terus memperluas implementasi dan sosialisasi program kendaraan listrik kepada pengemudi ojol di Bali.
Program tersebut menjadi langkah awal EV-GO untuk menguji secara langsung penggunaan kendaraan hasil konversi dari motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik dalam aktivitas mobilitas harian dengan tingkat intensitas tinggi.
"Bukan tanpa alasan pengemudi ojol yang dipilih, mereka menggunakan kendaraan dengan intensitas jauh lebih tinggi dibandingkan pengguna sepeda motor pada umumnya," kata President EV-GO Raine Renaldi dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Pihaknya melihat komunitas ojol sebagai salah satu kelompok yang paling relevan untuk menguji efisiensi biaya operasional, ketahanan kendaraan, kemudahan penggunaan, kebutuhan baterai, serta kesiapan infrastruktur pendukung motor listrik hasil konversi.
Menurutnya, dalam kegiatan sosialisasi di Bali, tim EV-GO memperkenalkan kendaraan hasil konversi, sekaligus memberikan kesempatan kepada para pengemudi untuk mencoba dan memahami bagaimana kendaraan yang sebelumnya menggunakan mesin pembakaran internal dapat tetap dimanfaatkan, setelah sistem penggeraknya diubah menjadi listrik.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari rencana EV-GO untuk menjadikan Bali sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem konversi kendaraan listrik di Indonesia.
Raine mengungkapkan, langkah EV-GO dilakukan ketika Pemerintah Provinsi Bali sendiri tengah mempercepat transformasi menuju transportasi rendah emisi. Pada Januari 2026, Pemerintah Provinsi Bali menggelar koordinasi strategis mengenai implementasi pembangunan ekosistem kendaraan listrik.
Pembahasan tersebut mencakup akselerasi pengembangan zonasi ekosistem kendaraan listrik di Bali sebagai bagian dari transisi energi bersih dan transportasi berkelanjutan.
Komitmen tersebut semakin konkret pada Agustus 2026. Gubernur Bali Wayan Koster menetapkan lima wilayah, yakni Nusa Dua, Kuta, Ubud, Sanur, dan Kepulauan Nusa Penida, untuk dikembangkan sebagai kawasan rendah emisi.
Salah satu pilar utama kebijakan tersebut adalah Green Mobility, yakni penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Bali dengan demikian mulai bergerak dari sekadar kampanye kendaraan listrik menuju pembentukan kawasan yang secara nyata mendorong penggunaan transportasi rendah emisi.
Raine menegaskan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan peluang menekan biaya operasional harian melalui penggunaan kendaraan listrik.
"EV-GO Fleet tidak diposisikan sebagai pesaing platform transportasi daring seperti Gojek maupun Grab. Sebaliknya, kami ingin menjadi bagian dari infrastruktur kendaraan dan energi yang dapat digunakan oleh pengemudi yang telah berada dalam ekosistem transportasi daring," tuturnya.
EV-GO berfokus pada kendaraan, teknologi, energi, dan infrastrukturnya, sementara pengemudi tetap dapat bekerja melalui platform transportasi yang telah mereka gunakan.
Raine mengatakan, penggunaan kendaraan listrik hasil konversi juga dapat diperluas untuk mendukung aktivitas ekonomi dan operasional di kawasan wisata.
Konversi kendaraan menjadi listrik juga berpotensi meningkatkan efektivitas dan produktivitas usaha, khususnya bagi pelaku usaha yang menggunakan kendaraan secara intensif.
“Kita bisa mulai program konversi kendaraan pada kegiatan niaga dan juga kendaraan dinas yang beroperasi di kawasan wisata. Pasti akan terasa jauh lebih efisien bagi pelaku usaha seperti rental dan juga ojol," ucapnya.
Program yang diuji EV-GO juga tidak berhenti pada penggantian mesin bensin dengan motor listrik. Setelah dikonversi, EV-GO merancang kendaraan agar dapat masuk ke dalam sebuah ekosistem digital yang mencakup battery ecosystem, battery swapping, fleet management, dan digital vehicle system.
Dalam pengembangannya, EV-GO juga membawa konsep integrasi Artificial Intelligence (AI) dan blockchain untuk membangun ekosistem smart vehicle yang lebih aman dan efisien.
Dengan konsep tersebut, kendaraan lama yang sebelumnya bergantung kepada BBM diharapkan dapat bertransformasi menjadi kendaraan listrik yang terkoneksi dengan infrastruktur energi dan sistem digital.
EV-GO membawa visi untuk mendorong konversi hingga 1 juta sepeda motor di Bali secara bertahap. Target tersebut membutuhkan kolaborasi besar antara pemerintah, swasta, bengkel konversi, industri baterai, lembaga pembiayaan, komunitas, dan pengguna kendaraan.
"Dari ojol, dari motor yang sudah ada, dan dari Bali - EV-GO mencoba membangun jalan menuju elektrifikasi kendaraan roda dua dalam skala yang jauh lebih besar," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
