BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci untuk menggenjot kesadaran jaminan sosial. Lembaga ini menyasar dua pusat keramaian sekaligus pada Sabtu (22/8/2026), yakni ajang Semarak Kemerdekaan Siliwangi di Stadion Siliwangi serta gelaran Garden Fest 4.0 di Bali Garden City View.
Aksi jemput bola melalui Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tersebut sengaja dirancang untuk memperluas cakupan kepesertaan di Kota Bandung. Lewat kehadiran booth interaktif di lokasi acara, warga dapat berkonsultasi langsung mengenai jangkauan perlindungan risiko kerja serta ragam manfaat program yang ditawarkan.
Pps. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suarni mengatakan semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui berbagai upaya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya dengan memastikan pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial.
“Melalui Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk memahami bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan kebutuhan penting bagi setiap pekerja. Risiko dalam bekerja dapat terjadi kapan saja, sehingga perlindungan perlu dipersiapkan sejak dini,” kata Suarni.
Sasar Sektor Informal hingga Dorong Kolaborasi Antar-Lembaga
Suarni memaparkan bahwa jaminan keselamatan kerja bukan hanya hak pegawai kantoran atau pekerja formal. Kalangan mandiri dan pekerja informal—seperti pelaku UMKM, pedagang pasar, petani, hingga nelayan—juga memiliki tingkat kerentanan yang sama saat mencari nafkah.
Oleh sebab itu, edukasi berkelanjutan dan sinergi lintas sektor dinilai mutlak dilakukan guna menumbuhkan budaya sadar jaminan sosial hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
“Peran lembaga kemasyarakatan pun sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kami berharap informasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dapat diteruskan kepada masyarakat secara lebih luas, sehingga semakin banyak pekerja yang memahami dan mendapatkan perlindungan,” ujar Suarni.
Gerakan ini sekaligus mempererat koordinasi antara pihak BPJS Ketenagakerjaan, aparatur pemerintah desa, hingga berbagai elemen komunitas lokal. Lewat edukasi yang masif dan inklusif, diharapkan seluruh tenaga kerja di Kota Bandung dapat menjalankan aktivitas hariaannya secara tenang karena sudah terproteksi dengan baik.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
