“Kami ingin membekali generasi muda dengan pengalaman nyata untuk membaca peluang, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan mengambil keputusan finansial yang tepat, sehingga mereka tumbuh lebih percaya diri, adaptif, dan siap menghadapi masa depan,” kata Edhi dalam keterangannya tertulisnya, Selasa (22/9/2029).
Pada implementasi 2026–2027, pembelajaran kewirausahaan dalam program ini dilakukan melalui pengembangan Student Company, yang memungkinkan siswa mempelajari seluruh proses membangun dan mengelola usaha, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan pasar, mengembangkan produk dan merek, hingga mengelola operasional dan keuangan usaha.
Tahun ini, tema kearifan lokal mendorong siswa menggali budaya, sumber daya, dan potensi ekonomi di sekitar mereka sebagai inspirasi bisnis yang memiliki identitas dan nilai tambah.
Perkembangan teknologi juga semakin diintegrasikan dalam pembelajaran kewirausahaan melalui pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan ide bisnis, riset pasar sederhana, penyusunan materi promosi, hingga eksplorasi peluang usaha baru. Pada saat yang sama, siswa dibekali pemahaman untuk menggunakan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab sehingga mampu memaksimalkan manfaat teknologi tanpa mengabaikan aspek integritas dan kreativitas manusia.
Sementara itu, Head of Enabling Social Equity Z Zurich Foundation, Adriana Poglia mengatakan rransformasi teknologi dan perkembangan lanskap ekonomi membuka banyak peluang baru bagi generasi muda. Melalui ZEP.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
