“Kami berupaya memberikan mereka akses yang setara terhadap pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dapat membantu mereka memanfaatkan peluang tersebut serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi diri mereka dan masyarakat,” ujar Adriana
Proses belajar siswa turut diperkuat melalui pendampingan guru, mentor PJI, serta karyawan dan agen Zurich Indonesia yang menghadirkan perspektif nyata mengenai dunia usaha, literasi finansial, dan dunia kerja. Di akhir program, bisnis pelajar terbaik berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat regional dan nasional, dengan peluang melanjutkan pengalaman hingga kompetisi kewirausahaan pelajar tingkat internasional.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati mengatakan, pengalaman membangun usaha secara langsung membantu siswa mengubah kreativitas dan potensi di sekitar mereka menjadi peluang yang bernilai.
"Proses ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan masa depan dan pola pikir kewirausahaan yang dibutuhkan untuk mampu beradaptasi dan menciptakan peluang di tengah berbagai perubahan," tambah Utami.
Fase kedua ZEP ditargetkan menjangkau 16.975 siswa hingga 2028, memperluas akses generasi muda terhadap pembelajaran kewirausahaan berbasis pengalaman yang relevan dengan kebutuhan masa depan. (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
