Perkuat Kontingensi Bencana, FK Unjani Kolaborasi dengan Pemkot Cimahi dan BNPB

Adi Haryanto
Melalui pelatihan serta simulasi evakuasi gempa bumi diharapkan menjadi upaya berkelanjutan untuk membangun sektor kesehatan yang lebih tangguh, responsif, dan siap menghadapi bencana di Cimahi. (Foto: Istimewa).

CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani) dan Pemkot Cimahi melakukan penguatan kesiapsiagaan bencana.

Melalui pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini, diisi Focus Group Discussion (FGD) strategi kontingensi bencana. Serta simulasi gempa bumi dan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Kegiatan diawali dengan FGD Strategi Kontingensi Bencana yang diikuti oleh 30 peserta di Aula Gedung B Pemkot Cimahi. FGD dibuka Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Lina Mulyani, M.M.

"Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya dibangun melalui dokumen perencanaan. Kemampuan SDM untuk mengambil keputusan, memberikan pertolongan, melakukan evakuasi, dan berkoordinasi dalam situasi darurat juga menjadi faktor penting," tuturnya.

Pembahasan menghadirkan Direktur Peringatan Dini BNPB Indonesia, Berton Suar Pelita Panjaitan, SKM, MHM, Ph.D., yang menyampaikan materi mengenai kebijakan dan penyusunan rencana kontinjensi tingkat kabupaten/kota.

Materi mengenai rencana kontinjensi kesehatan selanjutnya disampaikan Widyaiswara Ahli Utama BNPB, Dr. Bagus Tjahjono, dr., M.P.H.

Pada konteks penanggulangan bencana, rencana kontinjensi memiliki peran penting karena memberikan kerangka bagi berbagai pihak untuk menentukan langkah yang perlu diambil saat menghadapi kondisi darurat.

Karena itu, FGD tidak hanya diarahkan pada penyampaian materi, tetapi juga pada diskusi dan identifikasi kondisi yang mungkin dihadapi oleh sektor kesehatan.

Peserta bersama narasumber melakukan identifikasi risiko, kapasitas, dan kebutuhan, kemudian dilanjutkan dengan perumusan rekomendasi dan rencana tindak lanjut.

Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan draf rekomendasi strategi kontingensi sektor kesehatan serta rencana tindak lanjut lintas sektor. Sehingga dapat menjadi bahan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kota Cimahi.

Kemudian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan melalui Pelatihan Simulasi Gempa Bumi dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diikuti oleh 99 peserta.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Kedokteran Unjani, Dr. Iis Inayati Rakhmat, dr., M.Kes., serta sambutan dan pembukaan oleh Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Dr. Maria Fitriana, S.Sos., M.M.

"Bagi kami di institusi pendidikan kedokteran, keterlibatan dalam penguatan kesiapsiagaan bencana menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat," dalam sambutannya.

Materi pertama membahas  kesiapsiagaan gempa bumi di fasilitas pelayanan kesehatan oleh dr. Glen Glady Prakasa, M.M.B. Kesiapsiagaan di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi penting karena bencana dapat terjadi ketika fasilitas kesehatan itu sendiri terdampak.

Dalam kondisi tersebut, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut untuk mampu memberikan pelayanan kepada korban, tetapi juga harus mampu menjaga keselamatan diri, pasien, serta keberlangsungan pelayanan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sesuai pedoman terkini. BHD merupakan keterampilan dasar yang penting dimiliki oleh tenaga kesehatan karena kondisi henti jantung dan henti napas memerlukan tindakan segera.

Keterlambatan dalam memberikan pertolongan dapat memengaruhi peluang keselamatan korban. Oleh karena itu, pelatihan tidak berhenti pada pemberian materi. Peserta mendapatkan demonstrasi BHD dari fasilitator dan kemudian melakukan praktik secara langsung melalui skill station.

Peserta juga mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi berbasis skenario, sehingga dapat berlatih menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi yang menyerupai kondisi darurat.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah evaluasi hasil pelatihan. Selain itu, keterampilan praktik juga dievaluasi melalui observasi oleh fasilitator.

Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep kesiapsiagaan bencana, tetapi juga memiliki pengalaman dalam melakukan pertolongan dasar dan evakuasi secara terstruktur.

Kolaborasi antara FK Unjani, Pemkot Cimahi, dan BNPB dalam kegiatan yang digelar Selasa (11/8/2026) ini, menjadi salah satu bentuk sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan lembaga kebencanaan untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan. 

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network