BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Konsumen Indonesia kini semakin gemar menjelajahi berbagai pilihan makanan dan minuman sebelum memutuskan untuk memesan secara online. Data GrabAds menunjukkan, sebanyak 79% pesanan GrabFood diawali dengan eksplorasi berbagai pilihan, bukan pencarian langsung terhadap produk atau merek tertentu.
Perubahan perilaku tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku bisnis food and beverage (F&B) untuk menarik perhatian konsumen sejak tahap awal hingga keputusan pembelian.
Temuan ini menjadi salah satu fokus pembahasan dalam F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026, forum yang digelar GrabAds untuk mempertemukan praktisi pemasaran dan pemimpin bisnis industri F&B di Indonesia. Forum tersebut membahas perubahan perilaku konsumen serta pemanfaatan data untuk merancang strategi pemasaran yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan industri makanan dan minuman Indonesia mencatat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 6,7% sepanjang semester I 2026.
Sementara itu, perkembangan ekosistem kuliner digital juga terlihat dari kinerja Grab di Asia Tenggara. Pada kuartal II 2026, nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) segmen layanan pengantaran, termasuk GrabFood dan GrabMart, tumbuh 24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya berdasarkan perhitungan mata uang konstan.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
