Mohammad Nurul Hudha, yang akrab disapa Uyul, mengungkapkan kenaikan harga bahan baku membuat pengelola harus menghitung ulang biaya produksi. Salah satu contohnya adalah harga ayam yang sebelumnya berkisar Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram, kini mencapai Rp48.000 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat pengelola menghadapi dilema dalam menjaga harga jual agar tetap terjangkau, sekaligus mempertahankan kualitas makanan dan keberlangsungan bisnis.
“Ya, mau gimana lagi. Margin semakin menipis. Terpaksa kita merugi dalam setiap porsi menu ayam yang disajikan,” ujar Uyul, Kamis (15/10/2026).
Selain kenaikan harga bahan baku, perubahan jumlah pesanan juga menjadi tantangan. Uyul menyebut penjualan menu cumi sambal hijau yang sebelumnya mencapai sekitar 30 porsi per hari kini turun menjadi 20 porsi.
Di tengah tekanan tersebut, keberlangsungan usaha Imah Babaturan tidak hanya berkaitan dengan penjualan makanan, tetapi juga menyangkut para pekerja yang menggantungkan penghasilan dari bisnis tersebut. Berdasarkan pemberitaan media, usaha kuliner ini memiliki sekitar 80 pekerja yang tersebar di dua cabang.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
